Mahasiswa Indramayu Raih Tiga Penghargaan di Student Summit Malaysia

  • 14 Sep 2026 19:30 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Indramayu - Raya Samudra Bening, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) asal Indramayu, Jawa Barat, menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang 3rd International Student Summit di Kuala Lumpur, Malaysia. Mahasiswa berusia 20 tahun itu bersama dua rekannya, Asy’ari Faza Fauzan asal Semarang dan Muhammad Ahdi asal Banjarmasin, berhasil membawa pulang tiga penghargaan sekaligus.

Ketiganya meraih Juara 2 Kategori Umum, Best Paper Essay, serta Gold Medal atau juara pertama untuk tema Tourism & Culture. Capaian tersebut diraih melalui karya inovasi berjudul “PUNCAK WATCH: Development A LoRa GPS Based Smartwatch as a Trail Navigation and Emergency Position Detection for Mountain Hikings Tourists in Indonesia.”

Inovasi berupa smartwatch berbasis teknologi LoRa dan GPS ini dirancang untuk membantu navigasi jalur pendakian sekaligus mendeteksi posisi dalam kondisi darurat bagi wisatawan gunung. Bagi Raya, capaian tersebut menjadi kesempatan berharga untuk membawa nama daerah asalnya, Indramayu, ke panggung internasional.

"Saya tentu sangat bangga bisa membawa nama Universitas Muhammadiyah Semarang sekaligus nama Indramayu di ajang internasional. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya dan tim," kata Raya, Senin, 14 September 2026.

Raya menjelaskan gagasan PUNCAK WATCH berangkat dari kepedulian terhadap keselamatan wisatawan, khususnya para pendaki gunung. Pengembangan teknologi LoRa dan GPS dalam inovasi tersebut ditujukan untuk mendukung navigasi serta mempermudah pencarian posisi pendaki saat situasi darurat.

"Yang kami angkat adalah bagaimana teknologi dapat digunakan untuk memberikan rasa aman bagi wisatawan, terutama pendaki gunung. Kami berharap inovasi ini nantinya tidak hanya berhenti sebagai karya lomba, tetapi bisa terus dikembangkan," ujar Raya.

Ajang 3rd International Student Summit ini mempertemukan sekitar 100 tim mahasiswa dari berbagai negara, seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, hingga Suriah dan Kenya. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Sentosa Foundation bersama UPM pada 12 September 2026 di Alamis City Kuala Lumpur, Malaysia.

Raya dan tim harus bersaing ketat dengan para peserta dari berbagai perguruan tinggi dalam mempresentasikan gagasan inovasi mereka. Proses kompetisi internasional ini memberikan pengalaman baru bagi Raya, terutama dalam menyampaikan gagasan di hadapan juri dan peserta berlatar belakang beragam.

"Bersaing di tingkat internasional tentu berbeda. Kami harus mempersiapkan karya, presentasi, dan menjelaskan inovasi yang kami buat agar dapat dipahami oleh juri," katanya.

Raya berharap capaian ini dapat menjadi pemantik motivasi bagi para pelajar dan mahasiswa asal Indramayu untuk berani bersaing hingga tingkat internasional. Menurutnya, keterbatasan daerah asal bukan alasan untuk berhenti bermimpi dan mengukir prestasi.

"Semoga prestasi ini bisa menjadi motivasi bagi teman-teman pelajar dan mahasiswa di Indramayu. Jangan takut mencoba dan jangan merasa minder untuk bersaing. Kita juga punya kesempatan untuk membawa nama Indramayu ke tingkat nasional maupun internasional," ucap Raya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....