Ratusan Santri Ikuti Kejuaraan Ngojay Berprestasi Se-Jawa Barat 2026
- 14 Sep 2026 10:40 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Sebanyak 464 santri dari pondok pesantren dan sekolah Islam di Jawa Barat mengikuti Kejuaraan Santri Ngojay Berprestasi Se-Jawa Barat 2026 di Kolam Renang Apita, Kabupaten Cirebon, Sabtu 12 September 2026. Kejuaraan tersebut menjadi wadah bagi santri untuk mengembangkan bakat dan keterampilan di bidang olahraga, khususnya renang. Kompetisi mempertandingkan sejumlah nomor mulai dari jarak 25 meter hingga 50 meter dengan berbagai gaya renang.
Ketua Umum Akuatik Kabupaten Cirebon, Yudi Kurniawan mengatakan, kejuaraan tersebut digagas untuk memperluas keterlibatan santri dalam pembinaan olahraga. Gagasan itu berasal dari Dewan Pembina Akuatik Kabupaten Cirebon, Dr. M. Habib Khaerussani.
“Kegiatan ini digagas oleh Dewan Pembina Akuatik Kabupaten Cirebon Dr. M. Habib Khaerussani yang ingin banyak melibatkan para santri yang berada dalam lingkungan pondok pesantren,” ujarnya.
Menurutnya, kejuaraan tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Ketua Akuatik Jawa Barat dan KONI Kabupaten Cirebon. Ia juga mengapresiasi para orang tua yang telah mendukung anak-anak mereka mengikuti kompetisi.

Sementara itu, Dewan Pembina Akuatik Kabupaten Cirebon, Dr. M. Habib Khaerussani mengatakan, keterlibatan santri dalam olahraga penting untuk mengembangkan potensi yang dimiliki sejak usia dini. “Para santri bukan hanya hafal Al-Qur’an, tetapi juga bisa mengembangkan keterampilan olahraga yang mereka miliki dan sudah menjadi bakat sejak kecil,” katanya.
Ia berharap kejuaraan tersebut tidak berhenti sebagai kompetisi, tetapi dilanjutkan dengan pembinaan secara berkelanjutan. Dengan demikian, lingkungan pesantren dapat menjadi salah satu sumber lahirnya atlet-atlet muda berprestasi.
Ketua KONI Kabupaten Cirebon, H. Agus Budiman Kurniawan mengatakan, kompetisi usia dini menjadi bagian penting dalam proses pencarian dan pembinaan bibit atlet. Selain kemampuan teknis, kejuaraan juga dapat membentuk mental dan karakter kompetitif sejak dini.
“Atas nama Pemkab Cirebon dan KONI, kami mengapresiasi Akuatik Kabupaten Cirebon dan segenap panitia yang bisa menyelenggarakan kegiatan ini dengan sukses,” katanya.
Ia menilai keterampilan olahraga dapat menjadi bekal tambahan bagi generasi muda di masa depan. Karena itu, santri dinilai perlu mendapatkan kesempatan yang seimbang untuk mengembangkan kemampuan agama, adab, dan keterampilan olahraga.
Ketua Akuatik Jawa Barat, Ir. Verdian Yosep, SE. yang membuka kejuaraan tersebut mengapresiasi pembinaan olahraga yang mulai melibatkan lingkungan pondok pesantren. Ia berharap atlet yang menunjukkan prestasi dapat terus dibina hingga mampu bersaing pada jenjang yang lebih tinggi.
“Kami berharap para atlet berprestasi ini bisa terus dikembangkan dan dicetak menjadi bibit unggul,” ujarnya.
Kejuaraan Santri Ngojay Berprestasi Se-Jawa Barat 2026 mempertandingkan sejumlah nomor, di antaranya 25 meter gaya kupu-kupu, punggung, dada, bebas, fins, serta papan kaki gaya bebas dan dada. Selain itu, dipertandingkan nomor 50 meter gaya bebas dengan kategori peserta dari jenjang TK hingga SMA/MA.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....