Soetta Ditutup imbas Abu Vulkanik, Jemaah Umrah Dialihkan ke Kertajati Majalengka
- 06 Sep 2026 19:45 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Majalengka – Penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) terjadi akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Situasi tersebut memaksa sebanyak 663 jemaah umrah asal Lampung untuk mengubah titik kepulangan mereka.
Dua penerbangan Garuda Indonesia dari Arab Saudi yang sedianya mendarat di Soetta mengalami pengalihan rute mendarat. Penerbangan GA 961 dari Madinah dan GA 983 dari Jeddah tersebut dialihkan ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, pada Minggu, 6 September 2026.
Executive General Manager BIJB Kertajati, Nuril Huda, mengatakan kedua pesawat berhasil mendarat dengan aman di Kertajati. "GA 961 ini total penumpangnya ada 356 penumpang dan GA 983 dari Jeddah total penumpangnya ada 307 penumpang. Alhamdulillah semua bisa landing dengan baik," kata Huda di BIJB Kertajati.
Pesawat GA 961 dari Madinah tercatat mendarat sekitar pukul 14.25 WIB, disusul GA 983 dari Jeddah sekitar pukul 15.00 WIB. Menurut Huda, pengalihan tersebut merupakan hasil koordinasi antara AirNav, Kementerian Perhubungan, dan pihak maskapai menyusul penutupan sementara Bandara Soetta.
Pihak pengelola BIJB Kertajati mengaku telah menyiapkan skenario bandara alternatif sejak menerima informasi penutupan Soetta sekitar pukul 05.30 WIB. Kesiapan tersebut membuat proses penanganan pengalihan penerbangan tetap berjalan lancar meski keputusannya terbilang mendadak.
"Kertajati juga merupakan bandara alternatif dari Bandara Soekarno-Hatta. Jadi, kita sudah persiapkan semuanya," ujar Huda.
Kesiapan tersebut mencakup personel, fasilitas bandara, hingga pemeriksaan kondisi area penerbangan. Salah satu pemeriksaan dilakukan melalui paper test untuk memastikan tidak terdapat abu vulkanik di area runway, apron, maupun titik-titik yang telah ditentukan.
Hasil pemeriksaan menunjukkan area BIJB Kertajati negatif dari sebaran abu vulkanik sehingga pendaratan dapat dilakukan. "Kalau itu abu vulkanik, itu akan sangat berbahaya buat pesawat udara," ujar Huda menjelaskan.
Setelah mendarat, ratusan jemaah umrah asal Lampung masih menunggu proses koordinasi untuk melanjutkan perjalanan menuju daerah asal mereka. Garuda Indonesia juga menyiapkan 15 unit bus untuk mengangkut para jemaah dari Kertajati.
Hingga pukul 16.00 WIB, sebanyak delapan bus telah tiba di area bandara. Pengalihan ini sekaligus menunjukkan fungsi BIJB Kertajati sebagai bandara alternatif ketika operasional Soetta terganggu, termasuk untuk menangani penerbangan internasional yang membawa ratusan penumpang dari luar negeri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....