Dipelihara sejak Bayi, Kera Ekor Panjang Ditangani Damkar Kuningan
- 31 Agt 2026 21:50 WIB
- Cirebon
Poin Utama
- Seekor kera ekor panjang yang dipelihara keluarga Yani selama tiga tahun di Desa Karang Kamulyan, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, dievakuasi oleh petugas Pemadam Kebakaran karena perilakunya yang semakin agresif.
- Satwa primata tersebut mulai dipelihara sejak masih bayi dan seiring pertumbuhannya menunjukkan tanda-tanda perilaku berbahaya yang mengkhawatirkan pemilik dapat membahayakan anak-anak dan warga sekitar.
- Evakuasi kera ekor panjang ini merupakan bagian dari upaya perlindungan satwa liar dan keselamatan publik di wilayah Kuningan.
RRI.CO.ID, Kuningan — Seekor kera ekor panjang yang dipelihara warga selama sekitar tiga tahun akhirnya dievakuasi petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Kuningan setelah satwa tersebut menunjukkan perilaku semakin agresif.
Kera itu dipelihara sejak masih bayi oleh keluarga Yani di Dusun Pasir Tengah, Desa Karang Kamulyan, Kecamatan Ciawigebang. Seiring pertumbuhan satwa, pemilik mulai khawatir kera tersebut dapat membahayakan anak-anak dan warga di sekitar rumah.
"Seiring bertambahnya umur, kera menjadi agresif sehingga pemilik mengkhawatirkan keselamatan anak-anak dan lingkungan sekitar," kata Andri Arga Kusumah dalam laporan Damkar Kuningan, Senin 31 Agustus 2026.
Pemilik kemudian meminta bantuan petugas untuk menangani kera tersebut dan mengupayakan agar satwa dapat dikembalikan ke habitat yang sesuai.
Petugas Regu 1 Damkar Kuningan mendatangi lokasi sekitar pukul 12.25 WIB. Proses penanganan berlangsung hingga pukul 12.35 WIB dan dilaporkan tidak mengalami hambatan.
Kasus tersebut menunjukkan salah satu persoalan dalam pemeliharaan satwa liar, yakni perubahan perilaku satwa ketika tumbuh dewasa. Kera yang masih berusia bayi relatif mudah dipelihara, tetapi ketika dewasa dapat memiliki karakter dan kebutuhan ruang yang berbeda serta berpotensi menimbulkan konflik dengan manusia.
Penanganan satwa liar juga perlu memperhatikan aspek kesejahteraan dan habitat. Satwa yang telah lama dipelihara manusia tidak serta-merta dapat dilepas begitu saja ke alam, sehingga proses pengembalian ke habitat idealnya dilakukan melalui penanganan pihak yang memiliki kewenangan dan keahlian di bidang konservasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....