Tugu Bola Dunia Diganti Kuda, DEEP: Jangan Hapus Sejarah

  • 29 Agt 2026 21:50 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Kuningan - Democracy and Electoral Empowerment Partnership DEEP Kuningan menyoroti penataan Tugu Bola Dunia di Jalan Soekarno-Hatta, Kabupaten Kuningan, yang menggunakan anggaran Rp200 juta dari APBD 2026. Penataan tersebut mencakup pekerjaan plang nama slogan, Tugu Bola Dunia, perbaikan trotoar dan pekerjaan lainnya.

Dalam penataan itu, Tugu Bola Dunia diarahkan menjadi tugu dengan konsep kuda. Slogan Kuningan Bangkit juga disebut akan diganti menjadi Kuningan Melesat.

Berdasarkan dokumen Uraian Pekerjaan Penataan Tugu Bola Dunia Tahun Anggaran 2026, anggaran pekerjaan bersumber dari DPA Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Kuningan dengan pagu Rp200 juta. Pekerjaan berada di Kelurahan Winduherang, Kecamatan Cigugur, dengan waktu pelaksanaan 60 hari kalender sejak Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) ditandatangani.

Anggota DEEP Kuningan, Habib menilai perubahan ikon tersebut perlu mempertimbangkan nilai sejarah dan penggunaan anggaran daerah. Menurutnya pemerintah dapat membangun ikon baru di lokasi berbeda tanpa menghilangkan Tugu Bola Dunia yang telah menjadi bagian dari sejarah pembangunan Kuningan.

“Kalau memang mau membuat tugu baru, minimalnya di lokasi yang baru. Jangan sampai menghilangkan jejak sejarah pembangunan yang ada,” ujar Habib, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Menurutnya, perubahan ikon dengan menggunakan anggaran daerah perlu mempertimbangkan manfaat dan keberlanjutan pembangunan. “Ini tentunya menjadi pemborosan anggaran kalau hanya mengubah ikon yang sudah ada. Kalau pun mau membuat tugu, lebih baik dibuat di lokasi yang baru, sehingga ikon lama tetap menjadi bagian dari sejarah pembangunan Kuningan,” katanya.

Tugu Bola Dunia sebelumnya menjadi salah satu penanda pembangunan Kabupaten Kuningan pada masa pemerintahan Bupati Kuningan almarhum H. Aang Hamid Suganda. Habib meminta pemerintah daerah mempertimbangkan nilai sejarah dan efisiensi anggaran dalam penataan sejumlah ikon daerah.

“Jangan sampai pembangunan hari ini justru menghapus sejarah pembangunan sebelumnya. Setiap era memiliki cerita dan kontribusinya masing-masing,” ujarnya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....