Keraton Kanoman Buka Tradisi Mlebet Guru untuk Pelajari Ajaran Leluhur
- 26 Agt 2026 15:32 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Keraton Kanoman Cirebon memiliki tradisi mlebet guru sebagai salah satu upaya mengenalkan dan mempelajari ajaran luhur peninggalan para leluhur. Tradisi tersebut dilaksanakan setiap 8 Maulid dan terbuka bagi masyarakat dari berbagai kalangan yang telah memasuki usia akil baligh.
Juru Bicara Keraton Kanoman Cirebon, Ratu Raja Arimbi Nurtina, mengatakan mlebet guru merupakan momentum untuk menasbihkan diri dan menyatakan niat mempelajari ilmu-ilmu yang diwariskan para leluhur. Proses tersebut menjadi salah satu cara agar nilai dan ajaran luhur dapat dipelajari serta diterapkan dengan benar oleh generasi penerus.
“Di kami ada salah satu momen yaitu mlebet guru, kita menasbihkan diri memang berniat untuk mempelajari ilmu-ilmu daripada leluhur, biasanya di bulan Maulid tanggal 8 Maulid,” ujarnya kepada RRI Rabu, 26 Agustus 2026.
Menurut Ratu Raja Arimbi, tradisi mlebet guru terbuka bagi semua kalangan setelah akil baligh dengan sejumlah persyaratan tertentu. Persyaratan tersebut diterapkan layaknya seseorang yang hendak menempuh pendidikan sebelum mulai mempelajari ajaran yang diwariskan leluhur.
Dalam prosesnya, peserta akan mendapatkan pembelajaran mengenai berbagai ajaran luhur secara bertahap. Materi tersebut diberikan mulai dari tingkat dasar, menengah hingga tingkat atas agar dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan.
Ratu Raja Arimbi menilai keberadaan guru memiliki peran penting dalam proses mempelajari ajaran leluhur. Pembelajaran tanpa guru dikhawatirkan membuat pemahaman terhadap ajaran tersebut tidak sesuai dengan nilai dan tujuan yang diharapkan.
“Di situlah ajaran-ajaran itu bisa kami terapkan, karena kita belajar tanpa guru itu dikhawatirkan akan tidak sesuai dengan harapan,” katanya.
Melalui tradisi mlebet guru, Keraton Kanoman berupaya agar nilai-nilai luhur tidak hanya dipahami oleh keluarga keraton, tetapi juga dapat dipelajari masyarakat. Tradisi tersebut sekaligus menjadi salah satu cara untuk menjaga keberlanjutan ajaran leluhur di tengah perubahan zaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....