Maulid Nabi di Keraton Kanoman Ajarkan Perilaku Baik
- 26 Agt 2026 16:43 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Keraton Kanoman Cirebon tidak hanya menjadi tradisi keagamaan, tetapi juga sarat dengan nilai spiritual dan filosofi kehidupan. Setiap doa, tembang, sholawat, serta tata cara yang dijalankan menjadi bagian dari pesan leluhur untuk membentuk perilaku yang baik.
Juru Bicara Keraton Kanoman Cirebon, Ratu Raja Arimbi Nurtina, mengatakan berbagai rangkaian tradisi tersebut merupakan titipan dari para leluhur. Nilai yang diwariskan mengajarkan masyarakat untuk berlaku dan bertingkah laku dengan baik serta halus.
“Titipan dari para leluhur bahwa kita ini harus berlaku lampah ataupun bertingkah laku yang baik, yang halus, sehingga pemikiran juga ikut menjadi baik dan ikut menjadi halus,” ujarnya Ratu Raja Arimbi dalam program Dialog Cirebon Menyapa edisi Rabu, 26 Agustus 2026.
Menurutnya, perilaku baik yang ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari diharapkan dapat menjadi contoh bagi generasi penerus dan masyarakat. Keteladanan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga nilai-nilai yang diwariskan para leluhur.
Ratu Raja Arimbi menjelaskan, nilai spiritual dalam tradisi Maulid juga berkaitan dengan upaya menjaga hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama. Prinsip tersebut tercermin melalui keseimbangan antara hablum minallah dan hablum minannas.
Hubungan dengan Tuhan dijaga melalui laku spiritual, sementara hubungan dengan sesama diwujudkan melalui perilaku yang baik, benar, dan halus. Menurutnya, laku tersebut diharapkan dapat mencerminkan kehidupan yang selaras antara nilai keagamaan dan kehidupan bermasyarakat.
“Dari situlah kita mendapatkan sebuah karamah, syafaat bahwa hidup kita harus selain hablum minallah juga harus hablum minannas, menjaga hubungan dengan Tuhan secara spiritual dan hubungan dengan masyarakat melalui laku yang mencerminkan tingkah laku kita yang baik, benar, dan halus,” katanya.
Ratu Raja Arimbi menambahkan, menjalankan nilai-nilai tersebut tidak mudah dan membutuhkan niat yang kuat. Karena itu, setiap laku harus dilakukan secara bertahap dan konsisten agar nilai yang diwariskan tidak berhenti sebatas ucapan atau simbol dalam tradisi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....