Ratusan KK Dua Dusun Desa Slangit Kabupaten Cirebon Paling Terdampak Kekeringan

  • 25 Agt 2026 20:21 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Kekurangan air bersih paling parah di Desa Slangit, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, terjadi di Dusun 1 dan Dusun 2 yang dihuni sekitar 800 kepala keluarga atau sekitar 2.000 warga. Kondisi tersebut terjadi selama musim kemarau karena sumur dan sumur bor milik warga di dua dusun tersebut telah mengering, sehingga masyarakat harus mengandalkan sumber air lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kepala Desa Slangit, Apendi, mengatakan kondisi sumur warga di Dusun 1 dan Dusun 2 sudah tidak mampu menyediakan air ketika kemarau berlangsung. Menurutnya, dua wilayah tersebut menjadi bagian yang paling membutuhkan pasokan air bersih dibandingkan wilayah lainnya di Desa Slangit.

“Di Dusun 1 sama Dusun 2 Sekitar 800-an kepala keluarga,” ujar Apendi dalam Dialog Cirebon Menyapa, Jumat, 21 Agustus 2026.

Selain sumur warga yang mengering, sejumlah upaya pengeboran di wilayah permukiman dan persawahan juga belum berhasil menemukan sumber air yang dapat diandalkan ketika musim kemarau. Kondisi tersebut membuat masyarakat di dua dusun terdampak semakin bergantung pada sumber air yang masih tersedia di sekitar desa.

“Sudah, di pesawahan saya udah beberapa kali mencoba bor air di wilayah ini itu enggak keluar mata iar. Dan terus istilahnya warga-warga yang di pemukiman sudah pakai bor enggak keluar air kalau di musim kemarau,” kata Apendi.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga masih memanfaatkan air irigasi yang tersedia untuk sementara waktu, terutama untuk mandi dan kebutuhan MCK, sedangkan kebutuhan air minum dipenuhi dengan membeli air galon. Apendi mengatakan penggunaan air irigasi dilakukan karena warga membutuhkan sumber air yang tetap tersedia meskipun kualitasnya tidak layak sebagai air bersih.

“Dari irigasi masih aman untuk sementara ini dipakai sehari-hari. Cuma ya menurut saya sih kalau misalkan ada bantuan air bersih ya lebih baik air bersih gitu,” ucap Apendi.

Kondisi kekeringan di dua dusun tersebut juga membuat kebutuhan air bersih menjadi semakin besar, dengan perkiraan kebutuhan mencapai sekitar 20 ribu liter untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak. Pemerintah Desa Slangit masih mengupayakan pemenuhan kebutuhan tersebut melalui permintaan bantuan air bersih kepada pihak terkait, terutama ketika pasokan dari sumber yang biasa digunakan warga semakin terbatas.

Apendi mengatakan pemerintah desa terus berupaya mencari solusi agar masyarakat di Dusun 1 dan Dusun 2 tidak terus bergantung pada air irigasi selama musim kemarau. Menurutnya, kondisi sulitnya sumber air di Desa Slangit juga berbeda dengan desa tetangga yang masih memiliki sumur bor dengan air yang dapat digunakan.

“Saya juga tidak mengerti ya, kenapa tetangga desa itu keluar air bornya, sedangkan di desa saya itu enggak keluar gitu,” ujar Apendi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....