Laskar Macan Ali Siap Turun, Soroti Maraknya Intimidasi oleh Debt Collector
- 24 Agt 2026 20:10 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Aktivitas mata elang (matel) atau debt collector di sejumlah ruas jalan hingga pusat keramaian di Kota Cirebon mendapat sorotan. Keresahan warga terkait dugaan intimidasi dan upaya penguasaan kendaraan di ruang publik membuat Laskar Agung Macan Ali Nusantara Kesultanan Cirebon menyatakan siap turun tangan.
Panglima Tinggi Laskar Macan Ali, Prabu Diaz, menilai dugaan aksi perampasan kendaraan bermotor dengan dalih penagihan utang tidak boleh dibiarkan. Menurutnya, persoalan tunggakan pembiayaan harus diselesaikan melalui mekanisme hukum dan prosedur yang berlaku.
“Tidak boleh mengambil atau menguasai barang seseorang secara paksa tanpa adanya keputusan hukum tetap dari pengadilan,” ucapnya pada Senin 24 Agustus 2026.
Ia menyebut, aktivitas yang mengatasnamakan debt collector maupun mata elang belakangan semakin marak, baik di jalan raya, area parkir pusat perbelanjaan, maupun tempat umum lainnya. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu rasa aman masyarakat apabila dilakukan dengan cara intimidatif.
Karena itu, Prabu Diaz meminta jajaran kepolisian, khususnya di tingkat Polres, segera memperkuat langkah perlindungan terhadap masyarakat dan konsumen. Ia menegaskan Laskar Macan Ali siap membantu apabila ditemukan tindakan yang mengarah pada intimidasi atau penguasaan kendaraan secara paksa.
“Kalau jajaran kepolisian tidak segera melakukan langkah perlindungan terhadap konsumen dan masyarakat, kami dari Laskar Macan Ali akan turun dengan kekuatan penuh untuk membantu para konsumen,” ujarnya.
Menurutnya, pihaknya saat ini tengah melakukan observasi dan investigasi terhadap sejumlah lokasi yang dinilai rawan terjadi aksi penagihan kendaraan secara intimidatif. Pengumpulan bahan dan keterangan dilakukan sebelum menentukan langkah selanjutnya.
“Saat ini jajaran Laskar Agung Macan Ali Nusantara Kesultanan Cirebon sedang melakukan observasi, investigasi, dan pengumpulan bahan dan keterangan. Setelah itu akan kami analisis dan kami akan bergerak,” katanya.
Ia mengatakan, personel Laskar Macan Ali nantinya akan ditempatkan di sejumlah titik yang dianggap rawan aksi perampasan kendaraan maupun kejahatan jalanan. Bahkan, pihaknya mengaku siap melakukan patroli selama 24 jam.
“Kami akan turun full power 24 jam keliling patroli. Bila perlu, kami akan datangi kantor-kantor leasing atau markas debt collector tersebut,” tegasnya.
Sorotan terhadap aktivitas mata elang dan debt collector ini juga muncul dari keresahan warga. Aktivitas yang diduga dilakukan para penagih utang disebut terlihat di sejumlah kawasan, mulai dari Jalan Siliwangi, sekitar Asia Toserba, hingga area parkir Pusat Grosir Cirebon (PGC).
Kendaraan yang terparkir diduga menjadi sasaran pemantauan untuk mencocokkan nomor polisi dan identitas kendaraan. Aktivitas tersebut disebut lebih sering terlihat saat akhir pekan ketika pusat perbelanjaan dipadati masyarakat.
Ia menegaskan pihaknya tidak bermaksud mengambil alih kewenangan aparat penegak hukum. Namun, ia meminta polisi bergerak cepat apabila menerima laporan masyarakat terkait dugaan intimidasi, persekusi, maupun tindakan paksa oleh oknum debt collector.
Ia juga menyinggung adanya imbauan dan langkah kepolisian dalam pemberantasan premanisme, termasuk praktik yang diduga dilakukan dengan mengatasnamakan debt collector. Menurutnya, langkah tersebut perlu didukung demi menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat.
“Langkah Kapolda itu sangat bagus dan kami mendukung penuh imbauan tersebut demi keamanan masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, tujuan pihaknya adalah memastikan kondisi Cirebon tetap aman dan kondusif. Ia berharap penagihan utang maupun persoalan pembiayaan tetap dilakukan sesuai aturan dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Cirebon harus aman, harus kondusif. Tidak boleh ada begal berkedok debt collector atau debt collector-nya juga. Kita akan tangani,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....