Kemarau Panjang, 1.700 KK di Desa Slangit Kabupaten Cirebon Kesulitan Air Bersih

  • 21 Agt 2026 14:00 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Sekitar 1.700 kepala keluarga (KK) di Desa Slangit, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, terdampak kekurangan air bersih setiap memasuki musim kemarau karena desa tersebut belum teraliri jaringan PDAM dan sumber air dari sumur bor tidak mencukupi. Kondisi tersebut membuat warga mengandalkan air irigasi yang dipompa ke sumur untuk kebutuhan sehari-hari, sementara bantuan air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menjadi salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kondisi kekurangan air bersih di Desa Slangit terjadi setiap tahun ketika musim kemarau berlangsung, dengan seluruh wilayah desa disebut terdampak kesulitan mendapatkan sumber air yang layak untuk kebutuhan sehari-hari. Kepala Desa Slangit, Apendi, mengatakan kondisi tersebut semakin memprihatinkan karena sumber air alternatif yang tersedia bagi warga masih terbatas.

“Saya selaku Kuwu Slangit, tuh keadaan air bersih di Desa Slangit sangat memprihatinkan. Karena posisi di Desa Slangit itu setiap tahun, Pak, terdampak kekurangan air bersih,” ujar Apendi dalam Dialog Cirebon Menyapa, Jumat, 21 Agustus 2026.

Menurut Apendi, kebutuhan air warga sebelum maupun saat kemarau masih banyak bergantung pada sumber dari irigasi karena jaringan PDAM hingga kini belum masuk ke Desa Slangit. Sementara itu, penggunaan sumur bor belum menjadi solusi karena sumber air dari sumur tersebut tidak keluar sehingga warga harus memanfaatkan air irigasi dengan bantuan pompa.

“Jadi sumber air itu untuk sementara itu tetap masih dari irigasi, Kalau minta air bersih dari BPBD adalah Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Pak,” kata Apendi.

Air irigasi yang digunakan warga kemudian dipompa dan dialirkan ke sumur, namun air tersebut tidak melalui proses penyaringan atau filterisasi sebelum dimanfaatkan masyarakat. Apendi mengatakan kondisi itu terpaksa dilakukan karena sumber air yang dapat diupayakan warga di tengah keterbatasan air bersih masih berasal dari irigasi.

“Ya kalau dari irigasi ya enggak bersih, Cuma apa daya itu yang bisa diupayakan gitu, Pak,” ucap Apendi.

Apendi mengatakan upaya menghadirkan jaringan PDAM di Desa Slangit sebenarnya telah pernah disosialisasikan kepada masyarakat sebelum masa pemerintahannya, tetapi sebagian warga saat itu belum bersedia karena mempertimbangkan jarak jaringan PDAM yang masih cukup jauh. Saat ini, jaringan PDAM diketahui baru tersedia di Desa Gujeg, sehingga pemerintah desa terus melakukan sosialisasi agar kebutuhan air bersih warga dapat dipenuhi melalui jaringan perpipaan.

“Jadi dulu itu sebelum era saya itu sebelum pemerintahan saya udah pernah dicoba sosialisasi ke warga, cuma warga sebagian itu masih belum pada mau, Pak. Ya mungkin jarak tempuhnya juga masih jauh, Pak,” ujar Apendi.

Ia menambahkan, kondisi kekurangan air bersih biasanya bergantung pada panjangnya musim kemarau, sedangkan pada musim sebelumnya kebutuhan warga masih lebih terbantu oleh air hujan. Namun, karena kemarau berlangsung dan ketersediaan sumber air terbatas, seluruh wilayah Desa Slangit saat ini menghadapi kesulitan air bersih yang membutuhkan penanganan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....