Kemenag Kabupaten Cirebon: Cinta Tanah Air Tak Bertentangan dengan Agama
- 19 Agt 2026 15:14 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cirebon, H. Slamet, S.Ag., M.Pd., menegaskan bahwa mencintai tanah air tidak bertentangan dengan ajaran agama. Menurutnya, kecintaan terhadap tanah air justru perlu dipahami secara utuh agar tidak muncul anggapan bahwa nasionalisme bertentangan dengan nilai-nilai keagamaan.
Slamet mengatakan, penghormatan terhadap simbol negara seperti bendera tidak dapat disamakan dengan tindakan menyembah. Ia menilai anggapan tersebut muncul akibat pemahaman yang keliru sehingga perlu diluruskan di tengah masyarakat.
“Ketika mencintai tanah air, kita tidak dalam posisi melakukan kesalahan terhadap agama, karena memang perintah agama juga begitu. Salah satu orang beragama yang punya iman yang kuat itu adalah cinta tanah air,” ujarnya kepada RRI Selasa, 18 Agustus 2025.
Ia menambahkan, perbedaan pandangan di tengah masyarakat merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk mencederai persatuan maupun tanah air.
Menurut Slamet, masyarakat perlu membedakan antara tanah air sebagai wadah dengan orang-orang yang berada di dalamnya sebagai pihak yang mengisi dan menjalankan kehidupan bernegara. Karena itu, berbagai persoalan yang terjadi akibat perilaku individu tidak semestinya digeneralisasi sebagai kesalahan tanah air.
“Tanah air tidak pernah bersalah, tanah air tidak pernah keliru. Yang keliru, yang salah itu adalah penghuni tanah airnya, dan termasuk kita,” ucapnya.
Slamet mengajak masyarakat untuk membangun pemahaman yang utuh mengenai hubungan antara kehidupan beragama, demokrasi, dan kecintaan terhadap negara. Menurutnya, setiap warga memiliki tanggung jawab untuk menjaga tanah air melalui sikap dan perilaku yang baik, termasuk dengan melakukan introspeksi mulai dari diri sendiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....