Wanoja Perjuangan dan Santri Kibarkan Bendera di Atap Jawa Barat

  • 17 Agt 2026 09:47 WIB
  •  Cirebon
Poin Utama
  • Sebanyak 49 santri, ustaz, dan pengurus Wanoja Perjuangan Kabupaten Kuningan melakukan pendakian Gunung Ciremai untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
  • Pendakian kolaboratif antara Wanoja Perjuangan Kabupaten Kuningan dan Pondok Pesantren Daarul Mukhlishin Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, dilaksanakan pada Minggu 16 Agustus 2026.
  • Rombongan menargetkan puncak Gunung Ciremai yang memiliki ketinggian 3.078 meter di atas permukaan laut untuk mengibarkan Bendera Wanoja Perjuangan.

RRI.CO.ID, Kuningan – Sebanyak 49 santri, ustaz, dan pengurus Wanoja Perjuangan Kabupaten Kuningan melakukan pendakian Gunung Ciremai dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu 16 Agustus 2026, malam.

Pendakian tersebut digelar melalui kolaborasi Wanoja Perjuangan Kabupaten Kuningan dengan Pondok Pesantren Daarul Mukhlishin, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur. Rombongan menargetkan puncak Gunung Ciremai dengan ketinggian 3.078 meter di atas permukaan laut (mdpl) untuk mengibarkan Bendera Wanoja Perjuangan.

Rombongan dipimpin Pimpinan Ponpes Daarul Mukhlishin K.H. Yayat Hidayat bersama Etik Kartika dari Bidang Rohani dan Jasmani Wanoja Perjuangan Kabupaten Kuningan.

Ketua Wanoja Perjuangan Kabupaten Kuningan, Indah Nur Aliah, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menanamkan semangat kebangsaan sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.

“Ini bentuk nyata bahwa perempuan Kuningan tidak hanya bergerak di ranah sosial. Kami ingin hadir juga menjaga lingkungan, menanamkan cinta tanah air, dan menguatkan mental para santri,” ujar Indah.

Menurut dia, pengibaran bendera di puncak Ciremai diharapkan menjadi simbol semangat perjuangan perempuan Kuningan dalam menjaga NKRI, alam, serta nilai-nilai keagamaan.

Etik Kartika menambahkan, pendakian tersebut menjadi sarana memperkuat sinergi antara organisasi perempuan dan pesantren.

“Kami ingin menanamkan nilai cinta tanah air, cinta alam, sekaligus memperkuat rohani dan jasmani para santri dan ibu-ibu Wanoja,” katanya.

Sementara itu, K.H. Yayat Hidayat menilai perjalanan menuju puncak gunung memiliki nilai pendidikan bagi para peserta. Menurutnya, pendakian mengajarkan kesabaran, kebersamaan, dan tawakal.

“Di atas gunung kita belajar bahwa perjuangan itu berat, tetapi kalau bersama-sama dan dengan doa, insyaallah sampai ke puncak,” tuturnya.

Selain menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk komitmen Wanoja Perjuangan dan Ponpes Daarul Mukhlishin dalam menguatkan kegiatan sosial, kepedulian lingkungan, serta pembinaan generasi muda.

Dengan semangat “Wanoja Hebat, Kuningan Kuat, Indonesia Jaya”, rombongan dilepas melalui doa bersama sebelum memulai perjalanan menuju puncak Gunung Ciremai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....