Imunisasi BIAS, SDN Pangrango Cirebon Pulangkan Siswa Lebih Awal

  • 13 Agt 2026 18:00 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di SDN Pangrango Kota Cirebon diikuti agenda khusus setelah vaksinasi berupa penghentian kegiatan belajar mengajar dan pemulangan siswa lebih awal bersama orang tua. Hal tersebut disampaikan Kepala SDN Pangrango Kota Cirebon, Wafa Sriastria, dalam Dialog “Cirebon Menyapa” RRI Cirebon, Selasa, 11 Agustus 2026, saat membahas perlindungan anak sekolah melalui imunisasi.

Wafa mengatakan sekolah memang menghentikan kegiatan belajar mengajar khusus pada hari pelaksanaan imunisasi sehingga siswa tidak kembali mengikuti pembelajaran setelah menerima vaksin. Setelah imunisasi selesai, siswa diperbolehkan pulang dan dijemput orang tua masing-masing sebagai bagian dari pengaturan kegiatan sekolah setelah vaksinasi.

Menurut Wafa, kebijakan tersebut menjadi bagian dari persiapan sekolah agar pelaksanaan BIAS dapat berlangsung dengan baik dan siswa memiliki waktu setelah menerima imunisasi. Ia mengatakan, “Biasanya kalau setelah dilaksanakannya imunisasi itu kita agendakan untuk pulang cepat ya, Mbak.”

Selain mengatur kegiatan setelah imunisasi, sekolah juga melakukan pendataan ulang terhadap siswa yang belum mendapatkan vaksinasi untuk mengetahui alasan ketidakhadiran mereka. Siswa yang memiliki penyakit bawaan atau kondisi tertentu akan didata dan dilaporkan kepada Puskesmas agar dapat ditindaklanjuti sesuai kondisi kesehatan masing-masing.

Pelaksanaan BIAS di Kota Cirebon pada Agustus 2026 menyasar siswa kelas 1 dan 5 SD/MI atau sederajat, sedangkan pada November dilanjutkan untuk siswa kelas 2 serta pengulangan jenis vaksin tertentu bagi kelas 1 dan 5. Jenis vaksin yang diberikan antara lain Campak, Rubela, DT (Difteri Tetanus), Td (Tetanus Difteri), dan HPV (Human Papillomavirus) yang penting untuk mencegah kanker leher rahim pada perempuan.

Program BIAS merupakan bagian dari pembinaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang dilaksanakan melalui kolaborasi sekolah, Puskesmas, pemerintah, orang tua, dan unsur terkait lainnya. Dalam Dialog “Cirebon Menyapa”, Wafa juga menyampaikan bahwa kesinambungan kerja sama antarpihak diperlukan agar seluruh anak yang menjadi sasaran tidak kehilangan kesempatan memperoleh imunisasi.

Dengan pengaturan agenda setelah vaksinasi dan pendataan bagi siswa yang belum mengikuti imunisasi, SDN Pangrango berupaya memastikan pelaksanaan BIAS tidak berhenti pada pemberian vaksin di sekolah. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi siswa setelah imunisasi sekaligus memastikan siswa yang belum mendapatkan vaksin dapat ditindaklanjuti bersama Puskesmas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....