Pramuka Majalengka Ziarah, Kenang Jasa dan Lanjutkan Pengabdian Para Pendahulu

  • 13 Agt 2026 10:06 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Majalengka - Di antara sunyi pepohonan dan nisan yang menjadi penanda perjalanan waktu, jajaran Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Majalengka kembali menundukkan kepala. Pada Kamis, 13 Agustus 2026, doa dan tabur bunga menjadi cara mereka mengenang para tokoh Pramuka yang telah lebih dahulu berpulang.

Kegiatan ziarah ini digelar sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan terima kasih atas dedikasi para tokoh Pramuka. Semasa hidupnya, mereka telah meletakkan fondasi kuat bagi perkembangan Gerakan Pramuka di Kabupaten Majalengka.

Rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah di Makam Girilawungan, Majalengka. Selanjutnya, rombongan bergerak menuju sejumlah makam tokoh Pramuka lainnya yang tersebar di wilayah Kabupaten Majalengka.

Ziarah dipimpin Kepala Pusdiklatcab Majalengka, Kak Syarif Muhoyidin. Kegiatan turut diikuti jajaran Andalan Cabang, Andalan Ranting Majalengka, Andalan Ranting Sukahaji, serta Dewan Kerja Cabang (DKC) Majalengka.

Sesampainya di kompleks pemakaman, para peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh kekhidmatan. Doa bersama dipanjatkan, disusul tabur bunga sebagai simbol penghormatan kepada para pendahulu yang telah memberikan sebagian besar hidupnya untuk membangun Gerakan Pramuka.

Namun, bagi Kwarcab Majalengka, ziarah bukan sekadar ritual tahunan. Di balik nisan dan nama-nama yang terukir, terdapat jejak perjuangan yang menjadi bagian dari sejarah panjang Gerakan Pramuka di daerah tersebut.

Kak Syarif Muhoyidin mengingatkan, penghormatan kepada para tokoh terdahulu tidak cukup hanya diwujudkan melalui doa dan tabur bunga. Nilai perjuangan, keteladanan, serta semangat pengabdian yang mereka wariskan harus terus dihidupkan oleh generasi penerus.

"Ziarah ini bukan sekadar datang dan mendoakan mereka yang telah mendahului kita, tetapi juga menjadi pengingat bagi generasi penerus Gerakan Pramuka agar mampu melanjutkan perjuangan dan pengabdian para pendahulu," ujarnya.

Suasana khidmat berpadu dengan keakraban kekeluargaan sepanjang kegiatan. Para peserta mengikuti setiap tahapan dengan penuh penghormatan, sekaligus menjadikan momentum tersebut sebagai ruang refleksi.

Sebab, perjalanan Gerakan Pramuka di Kabupaten Majalengka tidak lahir dalam satu malam. Ada gagasan, tenaga, waktu, dan pengabdian para tokoh terdahulu yang menjadi bagian dari perjalanan panjang organisasi kepanduan tersebut.

Dari makam para pendahulu itulah, generasi hari ini kembali diingatkan bahwa pengabdian tidak berhenti ketika seseorang meninggalkan dunia. Nilai dan keteladanan yang ditinggalkan dapat terus hidup selama generasi berikutnya bersedia meneruskannya.

"Mengenang jasa, mendoakan para pendahulu, dan melanjutkan pengabdian untuk Gerakan Pramuka," kata Kak Syarif.

Melalui ziarah tersebut, Kwarcab Majalengka berharap semangat pengabdian para tokoh Pramuka yang telah berpulang tetap menyala. Menjadi inspirasi bagi setiap anggota Pramuka untuk terus berkarya, mengabdi, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat, daerah, dan bangsa.

Di tempat peristirahatan terakhir para pendahulu, sebuah pesan penting kembali diteguhkan. Meski perjalanan sejarah para tokoh telah usai, semangat pengabdian mereka harus terus dilanjutkan oleh generasi penerus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....