Pelatihan Kerja Cirebon Padukan Kompetensi Teknis dan Pendidikan Karakter

  • 11 Agt 2026 19:20 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Lembaga Pelatihan Kerja P2BBN Kota Cirebon menerapkan kurikulum yang memadukan standar pemerintah dengan kebutuhan dunia industri. Penyusunan tersebut dilakukan agar materi pelatihan yang diterima peserta tetap relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan di tempat kerja.

Praktisi LPK P2BBN Kota Cirebon, Nono Sasongko, mengatakan penyusunan kurikulum dilakukan melalui tiga tahapan utama. Tahapan tersebut meliputi kurikulum berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), kurikulum yang disusun oleh lembaga, serta kurikulum berbasis industri.

Kurikulum yang disusun lembaga melibatkan praktisi dan akademisi dalam proses perumusannya. Sementara itu, kurikulum berbasis industri disusun melalui dialog dengan perusahaan yang telah menjalin kerja sama atau MoU dengan lembaga pelatihan.

"Jadi dari kurikulum SKKNI, kurikulum lembaga, dan kurikulum industri, kami satukan menjadi satu kurikulum utama, sehingga pada saat diberikan kepada peserta insyaallah link and match dengan kebutuhan industri," ujarnya kepada RRI Senin, 10 Agustus 2026.

Nono menambahkan, materi pelatihan tidak hanya berisi keterampilan teknis yang berkaitan dengan pekerjaan. Peserta juga mendapatkan materi mengenai sikap kerja dan pendidikan karakter yang menjadi bagian penting dalam pembentukan kompetensi.

Materi tersebut diberikan sebagai bagian dari pelatihan untuk melengkapi kemampuan peserta, selain aspek keterampilan atau skill dan pengetahuan atau knowledge. Dalam pelaksanaannya, lembaga menghadirkan praktisi dari perusahaan untuk memberikan materi yang berkaitan dengan sikap kerja dan pendidikan karakter.

Menurut Nono, materi mengenai adab dan etika kerja menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kompetensi seorang tenaga kerja. Kemampuan teknis yang tinggi dinilai belum cukup apabila tidak diikuti dengan sikap dan karakter yang baik ketika berada di lingkungan kerja.

"Adab itu memang penting sekali, Pak, di atas segalanya, karena kalau ilmunya tinggi tetapi adabnya tidak ada, itu kurang kompeten," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....