LPK P2BN Cirebon Dorong Pelatihan Sesuai dengan Kebutuhan Dunia Kerja

  • 11 Agt 2026 12:07 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon– Lembaga Pelatihan Kerja Pendidikan Profesi Bakti Nusantara (P2BN) Kota Cirebon, mendorong agar program pelatihan kerja disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Langkah tersebut dinilai penting untuk menghasilkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Praktisi LPK P2BN Kota Cirebon, Nono Sasongko, mengatakan penyelarasan program pelatihan perlu dilakukan dengan mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Menurutnya, lembaga pelatihan juga perlu mengetahui secara langsung kebutuhan tenaga kerja dari dunia usaha dan industri agar materi pelatihan yang diberikan lebih tepat sasaran.

"Jadi kalau memang kurikulum itu harus selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan industri, harus ada pertemuan secara rutin yang diagendakan oleh Dinas Tenaga Kerja untuk mengetahui apa yang menjadi kebutuhan dunia usaha dan industri," ujarnya kepada RRI Senin, 10 Agustus 2026.

Nono menilai kebutuhan tenaga kerja di dunia usaha dan industri masih cukup besar, namun belum seluruhnya dapat dipenuhi oleh sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi sesuai. Karena itu, peningkatan kompetensi melalui pelatihan kerja menjadi salah satu langkah yang perlu terus diperkuat.

Ia mengapresiasi program pelatihan yang selama ini dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja Kota Cirebon untuk masyarakat. Menurutnya, pelatihan yang dilakukan secara masif dan komprehensif dapat membantu masyarakat meningkatkan kemampuan sekaligus memperbesar peluang untuk terserap di dunia kerja.

Nono menjelaskan, peserta pelatihan perlu memiliki tiga aspek utama untuk dapat dinyatakan kompeten, yakni keterampilan, pengetahuan, dan sikap. Ketiga aspek tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk sumber daya manusia yang mampu memenuhi standar kompetensi kerja.

"Untuk mencapai tingkat kompetensi itu peserta harus memiliki tiga standar, yang pertama skill atau keahlian, kemudian knowledge atau pengetahuan, dan yang ketiga attitude, sehingga ketiganya harus dimiliki seorang peserta untuk dinyatakan kompeten," ucapnya.

Ia menambahkan, proses pembentukan kompetensi juga ditempuh melalui pelatihan dengan durasi tertentu, mulai dari sekitar 60 hingga 300 jam pelajaran. Setelah mengikuti pelatihan, peserta dapat menjalani uji kompetensi untuk memastikan kemampuan yang dimiliki telah sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Nono berharap program pelatihan kerja yang dijalankan Pemerintah Kota Cirebon dapat semakin mengakomodasi kebutuhan tenaga kerja di dunia usaha dan industri. Dengan demikian, peningkatan kompetensi sumber daya manusia diharapkan turut membuka peluang kerja sekaligus membantu mengatasi persoalan pengangguran di Kota Cirebon.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....