STID Al Biruni Sukses Gelar MUBES IX UKM

  • 08 Agt 2026 12:46 WIB
  •  Cirebon

CIREBON – UKM Mapalangit Biru STID Al Biruni Babakan Ciwaringin Cirebon sukses menyelenggarakan Musyawarah Besar (MUBES) IX pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026. Agenda tertinggi organisasi tersebut diikuti oleh perwakilan dari sembilan angkatan dengan total 19 peserta yang hadir sebagai representasi masing-masing angkatan.

Kesembilan angkatan yang berpartisipasi dalam MUBES IX meliputi Angkatan Perintis Babab Rimba, Semut Rimba, Rimba Sunyi, Tapak Gemayu, Alas Rintik, Kabut Renggala, Rimba Melintang, Lentera Alam, dan Bara Sunyi. Selama tiga hari pelaksanaan, forum berlangsung secara demokratis, tertib, dan penuh semangat kebersamaan dalam merumuskan arah pengembangan organisasi.

Persidangan dipimpin oleh Nursafitri selaku Presidium I, didampingi Khaerul Anam sebagai Presidium II, serta Rajwa Alhafaf yang bertugas sebagai sekretaris persidangan. Ketiganya mengawal jalannya sidang hingga seluruh agenda dapat diselesaikan dengan khidmat dan penuh musyawarah.

Sebagai agenda wajib organisasi, MUBES menjadi forum strategis untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus menetapkan berbagai kebijakan demi kemajuan dan kemaslahatan UKM Mapalangit Biru. Pada MUBES IX, salah satu keputusan penting yang berhasil disepakati adalah perumusan Tanda Kecakapan Khusus (TKK) bagi anggota yang telah memenuhi standar kompetensi tertentu.

TKK tersebut dibagi ke dalam lima bidang keahlian, yaitu TKK Gunung Hutan, TKK Panjat Tebing, TKK Konservasi, TKK SAR, dan TKK Ekspedisi. Tanda kecakapan ini nantinya akan disematkan sebagai bentuk penghargaan sekaligus penanda kompetensi yang dimiliki setiap anggota sesuai bidang keahlian masing-masing.

Ketua Umum UKM Mapalangit Biru, Abdul Haris, menjelaskan bahwa lahirnya konsep TKK didasarkan pada kebutuhan organisasi untuk memiliki sistem identifikasi kompetensi anggota yang lebih terstruktur.

"Hari ini kita masih mengalami kesulitan dalam menandai kapasitas kompetensi setiap anggota, khususnya di lingkungan organisasi pecinta alam. Karena itu kami merumuskan bahwa keberadaan Tanda Kecakapan Khusus sangat dibutuhkan untuk menginventarisasi kompetensi setiap anggota sehingga potensi yang dimiliki dapat terdokumentasi dengan baik," ujar Abdul Haris kepada RRI di kampus STID Al Biruni, Senin (03/08/26) sore.

Sementara itu, pandangan serupa disampaikan oleh Mudaris Ghozali dari Angkatan Kabut Renggala. Menurutnya, TKK bukan sekadar simbol, tetapi menjadi pengingat bagi setiap anggota agar terus meningkatkan kualitas diri.

"Dengan adanya TKK ini diharapkan setiap anggota senantiasa merawat pemahaman, pengalaman, dan kemampuan yang dimiliki melalui latihan yang berkelanjutan. Kompetensi tidak cukup hanya diperoleh, tetapi juga harus terus dijaga dan dikembangkan," ungkap Mudaris Ghozali kepada RRI, Senin (03/08/26) sore.

Terkait dengan kegiatan tersebut, salah satu pembina UKM Mapalangit Biru, Ahmad Syarofi mengungkapkan bahwa dirinya menilai keputusan yang disampaikan merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas organisasi. Menurutnya, UKM Mapalangit Biru sebagai wadah pengembangan minat dan bakat perlu memiliki sistem pembinaan yang mampu melahirkan anggota berintegritas dan profesional.

"UKM ini merupakan wadah minat dan bakat mahasiswa. Gagasan menghadirkan Tanda Kecakapan Khusus menjadi langkah yang sangat baik untuk mengukur sekaligus memberikan apresiasi kepada anggota yang benar-benar memiliki kompetensi pada bidangnya. Selain meningkatkan integritas anggota, kebijakan ini juga diharapkan mampu menarik minat mahasiswa lain untuk bergabung dan berkembang bersama UKM Mapalangit Biru," Ujar Ahmad Syarofi selaku pembina UKM Mapalangit Biru kepada RRI di ruang kerjanya kampus STID Al Biruni, Selasa (04/08/26) pagi.

Setelah melalui pembahasan dan musyawarah secara menyeluruh, perumusan Tanda Kecakapan Khusus (TKK) akhirnya disepakati secara bulat oleh seluruh peserta MUBES IX. Kesepakatan tersebut diharapkan menjadi tonggak baru dalam sistem pembinaan sumber daya manusia UKM Mapalangit Biru, sekaligus memperkuat profesionalisme organisasi pecinta alam di lingkungan STID Al Biruni Babakan Ciwaringin Cirebon.

(Sumber: Ahmad syarofi M.sos _STID AL BIRUNI)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....