OJK Cirebon Perkuat Ekosistem Pembiayaan Garam lewat Sinergi Pemda dan Perbankan
- 04 Agt 2026 18:00 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon mempertemukan pemerintah daerah, perbankan, pelaku usaha, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat ekosistem pembiayaan komoditas garam di Kabupaten Cirebon. Langkah tersebut dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) bertema Peningkatan Potensi Komoditas Garam Melalui Pembiayaan Sektor Perbankan sebagai bagian dari Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) pada Senin, 3 Agustus 2026.
Kabupaten Cirebon dinilai memiliki peluang besar mengembangkan industri garam karena menjadi salah satu sentra produksi garam di Jawa Barat. Di sisi lain, kebutuhan garam industri di wilayah Cirebon diperkirakan mencapai 100 ribu ton per tahun, sementara produksi garam lokal baru sekitar 12.282 ton.
Kondisi tersebut dinilai membuka peluang besar untuk meningkatkan produktivitas, investasi, serta memperluas akses pembiayaan daerah. Selain itu, hal ini turut mendorong pengembangan industri pengolahan guna menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.
Dalam forum tersebut, peserta membahas sejumlah tantangan yang masih dihadapi petambak garam, mulai dari produktivitas dan kualitas hasil panen yang belum konsisten, keterbatasan teknologi, ketergantungan terhadap cuaca, hingga tata kelola usaha dan pencatatan keuangan yang belum optimal. Dari sisi perbankan, muncul dua persoalan utama, yakni rekam jejak pembiayaan petambak dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang masih kurang baik serta skema cicilan bulanan yang dinilai belum sesuai dengan pola pendapatan petambak yang bergantung pada musim panen.
Deputi Komisioner Perencanaan Strategis, Keuangan, Sekretariat Dewan Komisioner, dan Logistik OJK, Darmansyah, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mengembangkan komoditas unggulan daerah. Langkah strategis ini dinilai mampu memperkuat ekosistem ekonomi lokal agar potensi unggulan daerah dapat berkembang secara optimal.
"Program Pengembangan Ekonomi Daerah merupakan wujud komitmen OJK dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mengembangkan komoditas unggulan daerah. Pengembangan komoditas garam tidak dapat dilakukan secara parsial, OJK tidak hanya mendorong perluasan akses pembiayaan, tetapi juga memastikan pembiayaan tersebut didukung oleh ekosistem usaha yang kuat sehingga mampu meningkatkan produktivitas, menciptakan nilai tambah, dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Anggota Komisi XI DPR RI, Kardaya Warnika, mengapresiasi inisiatif OJK Cirebon yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam satu forum. Menurutnya, komoditas garam memiliki potensi besar menjadi penggerak ekonomi Kabupaten Cirebon apabila didukung kebijakan dan ekosistem yang tepat.
"Sinergi seperti ini penting agar dukungan pembiayaan benar-benar mampu menjawab kebutuhan petambak dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Hal senada disampaikan Kepala Bapperida Kabupaten Cirebon, Dangi, yang menyebut FGD tersebut menjadi momentum menyelaraskan langkah seluruh pemangku kepentingan. Ia mengatakan berbagai masukan yang muncul akan menjadi bahan bagi Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam memperkuat strategi pengembangan komoditas garam, termasuk mendorong skema pembiayaan yang lebih sesuai dengan karakteristik usaha petambak.
Sementara itu, Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menegaskan peran OJK tidak hanya memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat. Pihaknya juga memastikan pembiayaan mampu menjadi katalis pengembangan ekosistem usaha garam secara menyeluruh.
"FGD hari ini menjadi langkah awal untuk menyusun skema pembiayaan yang lebih sesuai dengan karakteristik usaha garam. Berbagai masukan dari pemerintah daerah, petambak, dan industri jasa keuangan menjadi bekal penting bagi OJK Cirebon dalam memperkuat kolaborasi sehingga pembiayaan yang diberikan tidak hanya mudah diakses, tetapi juga benar-benar mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petambak garam," ujarnya.
Melalui FGD tersebut, OJK Cirebon bersama pemerintah daerah, industri jasa keuangan, dan para pemangku kepentingan menyepakati pentingnya membangun skema pembiayaan yang lebih adaptif terhadap karakteristik usaha garam. Selain memperkuat akses permodalan, skema tersebut juga diharapkan mampu mendukung penguatan kelembagaan petambak, peningkatan kualitas produksi, kepastian pasar, serta hilirisasi komoditas garam agar menjadi salah satu motor penggerak ekonomi Kabupaten Cirebon yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....