Produksi ASI Sedikit setelah Melahirkan Masih Normal, Ini Penjelasannya

  • 03 Agt 2026 12:50 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Produksi Air Susu Ibu (ASI) yang masih sedikit pada hari-hari pertama setelah melahirkan merupakan kondisi normal. Ibu tidak perlu terburu-buru memberikan susu formula karena kebutuhan ASI bayi baru lahir memang masih sangat sedikit.

Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Cirebon, Oom Jamiatu Rokhmah, SST., M.Kes mengatakan, pada hari pertama bayi hanya membutuhkan sekitar 5 hingga 7 mililiter ASI setiap kali menyusu. Jumlah tersebut akan meningkat secara bertahap seiring proses produksi ASI yang semakin lancar.

"Normal. Kebutuhan bayi baru lahir hanya sekitar 5 sampai 7 mililiter. Sampai hari ketiga pun maksimal kebutuhannya sekitar 30 mililiter, jadi sebenarnya tidak perlu diberikan susu formula," ujarnya kepada RRI Senin, 3 Agustus 2026.

Menurut Oom, produksi ASI dipengaruhi oleh perubahan hormon yang terjadi setelah proses persalinan. Hormon oksitosin mulai bekerja aktif untuk merangsang dan melancarkan produksi ASI setelah bayi lahir.

Ia menjelaskan, isapan bayi saat menyusu menjadi rangsangan alami yang membantu meningkatkan produksi ASI. Kontak antara ibu dan bayi saat menyusui juga berperan dalam merangsang pelepasan hormon oksitosin.

"Dengan bayi mulai mengisap ke ibu, refleks mengisap itu akan merangsang hormon oksitosin sehingga produksi ASI makin lancar. Jadi memang bayi harus sering disusui," katanya.

Meski demikian, Oom menyebut ada beberapa kondisi tertentu, seperti penggunaan obat uterotonika pada ibu yang mengalami perdarahan setelah melahirkan, yang dapat memperlambat keluarnya ASI. Namun kondisi tersebut umumnya bersifat sementara sehingga ibu tetap dianjurkan terus menyusui agar produksi ASI meningkat secara alami.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....