Pemerintah Kota Cirebon Lepas 90 Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi Cirebon
- 01 Agt 2026 20:17 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Sebanyak 90 siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) asal Kota Cirebon resmi dilepas menuju SRT di Blok Silayur, Kelurahan Kaliwadas, Kabupaten Cirebon, pada Jumat, 31 Juli 2026. Jumlah tersebut terdiri dari masing-masing 30 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.
Acara pelepasan di Dinas Sosial Kota Cirebon ini dipimpin oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Cirebon, Sutikno. Langkah ini merupakan bagian dari implementasi Program Strategis Nasional sebelum para siswa memulai proses pembelajaran pada 15 Agustus 2026 mendatang.
Program tersebut menjadi tahap awal bagi para siswa untuk mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah sebelum kembali ke rumah dan memasuki sistem pendidikan berasrama atau boarding school pada 15 Agustus mendatang. Pemerintah Kota Cirebon juga melibatkan berbagai perangkat daerah, termasuk Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, kecamatan, dan Kementerian Agama dalam mendukung keberangkatan para peserta didik.
Dalam sambutannya, Sutikno mengatakan Sekolah Rakyat yang kini terintegrasi menjadi bagian dari kebijakan nasional pemerintahan Presiden Prabowo untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. "Melalui pendidikan inilah Insya Allah menyongsong masa depan anak-anakku sekalian bisa merubah perekonomian baik keluarga, Kota Cirebon, maupun nasional," ujar Sutikno.
Ia menjelaskan, sistem pendidikan di Sekolah Rakyat tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan akademik seperti literasi dan numerasi, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, serta kepribadian siswa melalui pola pendidikan berasrama. Menurutnya, para siswa akan didampingi wali asuh, wali asrama, dan tenaga pendidik sehingga diharapkan mampu berkembang menjadi generasi yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
Sutikno juga mengingatkan para siswa agar menghargai perjuangan orang tua yang telah mendukung mereka mengikuti program tersebut. "Terima kasih Bapak dan Ibu yang telah mempercayakan kepada Sekolah Rakyat," ucap Sutikno saat mengajak para siswa menyampaikan rasa terima kasih kepada orang tua mereka.
Sementara itu, salah seorang orang tua siswa jenjang Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) atau setara jenjang SMP, Nunung, mengaku telah mencari informasi mengenai Sekolah Rakyat sebelum memutuskan mendaftarkan anaknya. "Saya cari tahu dulu ini gimana sih, prospek ke depannya baik apa enggaknya. Mudah-mudahan banyak hal-hal positif," kata Nunung.
Meski mengaku berat karena anaknya akan tinggal di asrama, Nunung tetap mendukung keputusan tersebut demi masa depan putranya. Ia berharap pendidikan di Sekolah Rakyat mampu membentuk karakter dan kedisiplinan anak sehingga menjadi pribadi yang lebih baik, sekaligus membuka peluang pendidikan yang selama ini sulit diperoleh keluarganya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....