BAZNAS Kuningan Salurkan 180 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga
- 01 Agt 2026 14:58 WIB
- Cirebon
Poin Utama
- BAZNAS menyalurkan 180.000 liter air bersih melalui 20 tangki berkapasitas 9.000 liter masing-masing untuk menangani krisis air di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.
- Penyaluran bantuan air melibatkan kolaborasi antara BAZNAS dan Bank Saqu dengan distribusi ke titik-titik rawan kekeringan seperti Desa Karangkencana dan Desa Mekarjaya di Kecamatan Cidahu.
- Program bantuan ini merespons situasi darurat kekeringan yang mempengaruhi akses air bersih bagi masyarakat lokal di wilayah Kuningan pada awal Agustus 2026.
RRI.CO.ID, Kuningan - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 180.000 liter di wilayah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Bantuan ini diberikan untuk membantu masyarakat yang terdampak krisis air bersih dan kekeringan.
Penyaluran bantuan yang berkolaborasi dengan Bank Saqu tersebut mencakup armada 20 tangki air (dam) berkapasitas masing-masing 9.000 liter. Pasokan air didistribusikan ke sejumlah titik rawan kekeringan, di antaranya Desa Karangkencana dan Desa Mekarjaya di Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Kuningan, Adang Romadona, menyampaikan program bantuan tanggap darurat air bersih ini merupakan agenda yang berkelanjutan. Program tersebut dihadirkan untuk menanggulangi kebutuhan mendasar warga yang kian mendesak akibat dampak musim kemarau.
"Terkait bantuan air bersih Bank Saqu, program ini sudah berjalan lama dan hari ini alhamdulillah daerah kita mendapatkan bantuan dari Bank Saqu sendiri sebanyak 20 dam atau 20 tangki air untuk di daerah Kuningan. Kemarin kita sudah ada di satu desa, yaitu di Mekarjaya, Cidahu, dan yang pertama itu di Karangkencana," ujarnya.
Baca juga: Mitigasi Erupsi Ciremai, BAZNAS Kuningan Turun ke Desa Sangkanherang
Adang memaparkan, proses pendistribusian air di lapangan mendapat antusiasme tinggi dari warga setempat. Tingginya kebutuhan membuat proses penyaluran berlangsung hingga petang dan warga mengantre membawa jeriken berkapasitas 25 hingga 30 liter serta ember penampungan.
"Memang kondisi di Karangkencana kemarin itu kekeringan, dan masyarakat begitu antusias menerima bantuan dari kita. Sampai magrib kemarin kita membagikan air. Satu tangki itu isinya sekitar 9.000 liter," ucapnya menjelaskan.
Baca juga: Majalengka Jadi Percontohan Nasional, BAZNAS RI Puji Kolaborasi Zakat
Selain mengisi wadah-wadah mandiri milik warga, pasokan air tangki dialirkan ke penampungan umum desa. Cara ini diterapkan untuk memastikan penyerapan bantuan air bersih dapat dirasakan secara merata.
Tidak hanya fokus pada bantuan logistik darurat air bersih, BAZNAS Kabupaten Kuningan bersama mitra juga merambah pada program pemulihan infrastruktur desa. Salah satu proyek fisik yang tengah diprioritaskan adalah pembangunan akses penyeberangan di Desa Cikondang.
Saat ini, kondisi jembatan di kawasan tersebut tergolong sangat terbatas bagi mobilitas warga. Jalur tersebut hanya memiliki kapasitas untuk dilintasi oleh kendaraan roda dua.
"Alhamdulillah, program-program dari Bank Saqu juga sekarang yang sedang berlangsung tidak hanya air bersih, tetapi juga jembatan - jembatan desa yang sedang kita usahakan, yaitu jembatan di Desa Cikondang yang tidak bisa dilewati kecuali hanya oleh motor. Itu juga sedang kita jadikan prioritas ke depan," kata Adang, menutup sesi wawancara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....