Ancaman Karhutla Meningkat, Damkar Kuningan Minus Armada
- 29 Jul 2026 20:32 WIB
- Cirebon
Poin Utama
- Pemerintah Kabupaten Kuningan menetapkan status siaga menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
- Keterbatasan sumber daya menjadi hambatan utama, dengan hanya dua dari empat mobil pemadam kebakaran yang saat ini siap beroperasi.
- Kepala UPT Pemadam Kebakaran menilai kemampuan armada untuk menjangkau seluruh wilayah masih belum ideal meskipun ancaman kebakaran meningkat seiring cuaca kering.
RRI.CO.ID, Kuningan - Pemerintah Kabupaten Kuningan menetapkan status siaga menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau. Namun, kesiapsiagaan tersebut dihadapkan pada keterbatasan armada pemadam kebakaran. Dari empat mobil pemadam yang dimiliki, hanya dua unit mobil pancar yang saat ini siap beroperasi.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan, Andri Arga Kusumah, mengatakan ancaman kebakaran meningkat seiring cuaca kering yang melanda sejumlah wilayah. Meski demikian, kemampuan armada untuk menjangkau seluruh wilayah dinilai belum ideal.
"Dari empat unit yang biasa kami operasikan, sekarang praktis hanya dua mobil pancar yang siap digunakan. Satu unit sempat turun mesin total, sedangkan satu unit lainnya sering mengalami gangguan teknis," kata Andri, Rabu, 29 Juli 2026.
Baca juga: Petugas Damkar Kuningan Evakuasi Warga Korban Insiden Medis
Dengan cakupan pelayanan di 32 kecamatan, keterbatasan armada membuat waktu tanggap petugas menjadi tantangan. Wilayah perbatasan seperti Kecamatan Cidahu dan Cibingbin membutuhkan waktu tempuh sekitar 45 menit dari Markas Komando Damkar di pusat Kabupaten Kuningan.
Kondisi tersebut dinilai berisiko ketika kebakaran terjadi di lokasi yang jauh atau muncul lebih dari satu kejadian dalam waktu bersamaan. Damkar mengakui pembagian armada akan menjadi kendala jika harus menangani dua kebakaran besar secara serentak.
"Kalau ada dua kejadian besar di lokasi berbeda dalam waktu bersamaan, kami akan sangat kesulitan membagi armada. Karena itu kami juga mengandalkan dukungan kendaraan dari TNI apabila diperlukan," ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, Damkar memprioritaskan upaya pencegahan melalui sosialisasi kepada masyarakat. Imbauan ini berfokus agar warga tidak melakukan pembakaran lahan maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran selama musim kemarau.
Baca juga: Jalan Licin Pasca-Kecelakaan, Damkar Kuningan Lakukan Pembersihan
Di sisi lain, Damkar telah mengusulkan pembentukan pos sektor di wilayah utara, timur, dan barat Kabupaten Kuningan untuk memangkas waktu respons. Sejumlah pemerintah desa dan kecamatan disebut telah menyatakan kesiapan menyediakan bangunan sebagai pos jaga.
Namun, rencana tersebut hingga kini belum dapat direalisasikan. Hal ini terjadi karena belum tersedianya armada yang siap ditempatkan di pos-pos tersebut.
"Banyak desa dan kecamatan sudah siap menyediakan tempat. Kendala utamanya tinggal kendaraan. Kalau ada tambahan empat unit mobil pemadam, pos sektor bisa langsung beroperasi," kata dia.
Keterbatasan armada di tengah status siaga kebakaran menjadi tantangan bagi Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau. Penambahan kendaraan pemadam dan pemerataan pos pelayanan dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk mempercepat penanganan kebakaran di wilayah yang jauh dari markas utama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....