Dewan Pendidikan Dorong Gerakan Siswa Anti Nyampah di Sekolah

  • 28 Jul 2026 15:28 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Pengurus Dewan Pendidikan Kota Cirebon sekaligus Pemerhati Sekolah Bersih, Drs. Iskandar, M.Pd., mendorong penerapan Gerakan Siswa Anti Nyampah sebagai upaya membangun budaya bersih dan kepedulian lingkungan sejak usia sekolah. Menurutnya, persoalan sampah tidak cukup diselesaikan hanya melalui teknologi maupun pengolahan di hilir.

Iskandar menjelaskan, persoalan sampah dapat dipetakan menjadi tiga aspek utama, yakni pengolahan sampah, sampah yang berserakan di berbagai tempat, serta perilaku masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan. Ketiga persoalan tersebut saling berkaitan dan memerlukan penyelesaian secara menyeluruh.

"Berbagai usaha sudah dilakukan dengan melibatkan ahli lingkungan, akademisi, teknologi, hingga anggaran yang sangat besar. Tetapi, meskipun sudah memperlihatkan hasil dalam pengolahan sampah, tetap tidak bisa mengatasi sampah yang berserakan di mana-mana," kata Pengurus Dewan Pendidikan Kota Cirebon sekaligus Pemerhati Sekolah Bersih, Drs. Iskandar, M.Pd., ujarnya kepada RRI Sabtu, 25 Juli 2026.

Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan utama bukan hanya pada aspek teknis, melainkan belum terjadinya perubahan perilaku masyarakat terhadap sampah. Hal itu masih terlihat dari banyaknya sampah yang ditemukan di jalan, sungai, hutan, hingga kawasan permukiman.

"Masalahnya adalah belum adanya perubahan perilaku. Perilaku membuang sampah sembarangan belum berubah menjadi perilaku anti nyampah dan bertanggung jawab terhadap sampahnya, khususnya pada generasi muda di sekolah," ucapnya.

Iskandar mengatakan, solusi jangka panjang harus dibangun melalui pendidikan karakter, pembiasaan hidup bersih sejak usia dini, serta keteladanan dari guru, orang tua, dan masyarakat. Selain itu, penegakan aturan terkait kebersihan di sekolah juga harus dilakukan secara konsisten agar mampu membentuk disiplin peserta didik.

Menurutnya, Gerakan Siswa Anti Nyampah merupakan gerakan pendidikan, sosial, dan lingkungan yang melibatkan seluruh warga sekolah dengan siswa sebagai pelaku utama. Gerakan tersebut diharapkan mampu membangun karakter peduli lingkungan sekaligus menumbuhkan budaya bersih secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....