Videotron Roboh dalam Perbaikan, Pemkab Majalengka Klaim Faktor Alam
- 27 Jul 2026 14:19 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Majalengka – Detik-detik sebelum tragedi terjadi di Bunderan Cigasong, Kabupaten Majalengka, ternyata diwarnai upaya perbaikan darurat terhadap videotron yang akhirnya roboh dan merenggut korban jiwa. Fakta ini terungkap dari keterangan resmi Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi, dan UKM (DK2UKM) Majalengka.
Kepala Bidang Penempatan, Perluasan Kesempatan Kerja, dan Pelatihan (P3K2) DK2UKM Majalengka, Patmah Pujiawati, menjelaskan bahwa videotron tersebut merupakan aset milik DK2UKM dengan pengelolaan oleh vendor PT Multi Adhi Prakasa melalui skema kerja sama.
Menurutnya, sebelum insiden terjadi, kondisi cuaca di lokasi sudah menunjukkan tanda-tanda memburuk. Angin yang terus menguat membuat pihak vendor berinisiatif melakukan perbaikan sejak sore hari. Namun, upaya tersebut dinilai tidak cukup untuk menjamin kekuatan struktur.
"Sejak sore sudah dilakukan perbaikan. Tapi karena angin semakin besar, hasilnya tidak maksimal. Akhirnya diputuskan untuk diturunkan, karena dikhawatirkan tidak akan mampu menahan terpaan angin," ujar Patmah.
Rencana penurunan konstruksi videotron sebenarnya telah disiapkan sejak pukul 16.00 WIB. Vendor bahkan telah berkoordinasi untuk mendatangkan alat berat berupa crane dari luar daerah. Namun, keterbatasan alat di lokasi membuat proses evakuasi struktur harus menunggu kedatangan peralatan tersebut.
Di tengah penantian itu, kondisi alam justru semakin tidak bersahabat. Angin kencang yang terus meningkat akhirnya membuat konstruksi videotron roboh sebelum sempat diturunkan secara aman.
"Karena alat berat tidak tersedia di sini, mereka menghubungi ke Bandung. Tapi sebelum crane datang, videotron keburu jatuh," katanya, Senin 27 Juli 2026
Terkait penyebab insiden, Patmah menilai faktor cuaca menjadi pemicu utama. Meski demikian, ia mengakui bahwa proses perbaikan memang sedang berlangsung saat kejadian.
Namun, sorotan muncul pada aspek pengamanan di lapangan. Meski disebut telah ada pembatas area dan koordinasi pengamanan lalu lintas, fakta di lapangan menunjukkan belum adanya penutupan total jalan di sekitar lokasi, padahal kawasan tersebut merupakan titik lalu lintas padat.
Ia juga mengungkapkan bahwa permintaan penutupan jalan terhadap Polres Majalengka, sebenarnya sempat diajukan. Akan tetapi, proses koordinasi yang belum tuntas serta pertimbangan kepadatan lalu lintas diduga membuat langkah tersebut tidak segera direalisasikan.
"Sudah ada pengamanan dan pembatas, bahkan sempat menghubungi untuk penutupan jalan kepada Satlantas Polres Majalengka. Tapi mungkin masih dalam koordinasi lanjutan, sementara kondisi angin terus memburuk," ungkapnya.
Dalam hal teknis, pembangunan dan desain konstruksi sepenuhnya menjadi tanggung jawab vendor. Pihak dinas menyebut bahwa vendor seharusnya telah memahami karakteristik wilayah Majalengka yang dikenal memiliki intensitas angin cukup tinggi, terutama saat musim kemarau.
Terkait pemeliharaan, disebutkan bahwa kewajiban tersebut tercantum dalam perjanjian kerja sama. Namun, pelaksanaannya tidak selalu disertai laporan berkala kepada pihak dinas, khususnya terkait pengecekan struktur konstruksi.
Peristiwa ini kini menjadi perhatian serius, tidak hanya terkait faktor alam, tetapi juga kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam aspek teknis dan pengamanan publik. Aparat penegak hukum pun tengah mendalami kasus ini untuk memastikan penyebab pasti di balik robohnya videotron yang berujung maut tersebut.
Tragedi di ruang publik ini menjadi pengingat keras bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap proyek infrastruktur, terutama yang berada di kawasan padat aktivitas masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....