Wanoja PDI Perjuangan: Anak Binaan Lapas Berhak Kesempatan Kedua
- 26 Jul 2026 18:40 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Kuningan – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 dimanfaatkan Wanoja PDI Perjuangan Jawa Barat untuk menunjukkan kepedulian terhadap anak-anak binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Anak. Melalui kegiatan pembinaan dan pelatihan keterampilan, organisasi perempuan tersebut menegaskan komitmennya dalam memastikan hak-hak anak tetap terpenuhi tanpa adanya stigma.
Ketua Wanoja PDI Perjuangan Jawa Barat, Anggi Ono Surono, bersama Wakil Ketua Bidang Kebencanaan, Kesehatan, Perempuan, dan Anak DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Hj. Ika Rahmatika, memimpin sebuah kegiatan yang melibatkan 81 anak binaan. Acara ini diselenggarakan melalui program Training of Trainers (TOT) dan diikuti oleh perwakilan Wanoja Perjuangan serta pengurus Bidang Perempuan dan Anak dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat.
Hj. Ika Rahmatika menegaskan anak-anak binaan lapas tetap berhak mendapatkan perhatian serta kasih sayang yang layak. Oleh karena itu, mereka juga harus diberi kesempatan yang sama untuk membangun masa depan yang lebih baik.
"Kita tidak boleh memberi stigma negatif atau menghakimi anak-anak yang hari ini menjadi binaan lapas. Jatuh di mana pun, mereka tetaplah tunas-tunas bangsa yang kelak bisa menjadi pengganti pemimpin-pemimpin kita di masa depan. Tugas Wanoja PDI Perjuangan adalah hadir merangkul, menyayangi, melindungi, dan memastikan hak-hak mereka tetap terpenuhi," ujar Ika Rahmatika yang juga Anggota DPRD Jawa Barat, Minggu 26 Juli 2026.
Dalam kegiatan tersebut, para kader Wanoja PDI Perjuangan juga berdialog langsung dengan anak-anak binaan untuk mendengarkan pengalaman, harapan, dan kebutuhan mereka. Salah satu aspirasi yang banyak disampaikan adalah keinginan memperoleh keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Ika memastikan pembinaan tidak berhenti pada momentum Hari Anak Nasional. Wanoja PDI Perjuangan telah menyiapkan program pelatihan keterampilan yang akan direalisasikan dalam waktu dekat.
"Wanoja PDI Perjuangan tidak akan berhenti di peringatan hari ini saja. Dalam tiga bulan ke depan, kami akan memfasilitasi dan merealisasikan program pelatihan keterampilan sesuai kebutuhan mereka, seperti kursus mencukur rambut dan kursus memasak. Kami ingin saat mereka keluar nanti, ada modal keahlian mandiri yang dibawa," katanya.
Pada kesempatan terpisah, Ika Rahmatika juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Hari Anak Nasional sebagai momentum memperkuat perlindungan terhadap anak. Menurutnya, anak merupakan generasi penerus yang harus tumbuh di lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari kekerasan.
"Hari Anak Nasional bukan hanya menjadi peringatan seremonial, tetapi momentum untuk menguatkan kepedulian kita terhadap hak-hak anak. Sayangilah anak-anak, lindungi mereka dari segala bentuk kekerasan, dan berikan ruang bagi mereka untuk tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, serta berkarakter," ucapnya menuturkan.
Ia menambahkan, tantangan yang dihadapi anak-anak saat ini semakin kompleks, mulai dari kekerasan fisik dan verbal, perundungan, eksploitasi, hingga ancaman di ruang digital. Karena itu, diperlukan sinergi antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang benar-benar ramah anak.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Wanoja PDI Perjuangan Jawa Barat berharap pembinaan terhadap anak-anak binaan lapas dapat menjadi langkah nyata dalam memberikan mereka kesempatan kedua. Upaya tersebut diharapkan membantu mereka kembali ke masyarakat dengan bekal keterampilan dan kepercayaan diri yang lebih baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....