Kemenag Cirebon Kawal Pemulihan Ponpes Al-Anwariah Pasca Musibah Kebakaran

  • 25 Jul 2026 20:05 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cirebon memberikan pendampingan intensif bagi Pondok Pesantren Al Anwariah Tegal Gubug guna menjamin kelangsungan aktivitas pendidikan pasca musibah kebakaran yang melanda lantai tiga asrama putra pada Senin siang, 20 Juli 2026. Melalui Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren), proses asesmen dampak kerusakan dilakukan secara menyeluruh demi menjaga stabilitas lembaga pendidikan keagamaan tersebut.

Kepala Seksi PD Pontren, Ahmad Kholiq, turun langsung meninjau lokasi di Desa Tegal Gubug, Kecamatan Arjawinangun, untuk memetakan kebutuhan mendesak pesantren, Selasa, 21 Juli 2026. Meskipun kerugian material diperkirakan mencapai Rp100 juta, koordinasi cepat dengan pemadam kebakaran memastikan api berhasil dipadamkan dalam waktu dua jam tanpa adanya korban jiwa.

"Kami melakukan visitasi ke lokasi untuk asesmen dampak yang ditimbulkan dari kebakaran tersebut. Kerugiannya berapa, kemudian dampak terhadap santrinya seperti apa. Alhamdulillah asesmen selesai, kerugian ditaksir sekitar seratus juta rupiah dan tidak ada korban jiwa,” katanya dikutip dari rilis Kemenag Kabupaten Cirebon.

Sebagai langkah konkret, Kemenag memfasilitasi percepatan bantuan dengan menggandeng BAZNAS Kabupaten Cirebon dan LAZ Rumah Zakat. Pendampingan ini membuahkan respons positif, kedua lembaga filantropi tersebut segera melakukan survei dan rapat pleno untuk menentukan skema bantuan renovasi bangunan yang terdampak.

Ia menyampaikan bahwa koordinasi lintas sektor ini bertujuan agar sarana prasarana yang rusak dapat segera berfungsi kembali sehingga para santri tidak terlalu lama kehilangan ruang belajarnya. “Kami langsung berkoordinasi dengan BAZNAS dan LAZ Rumah Zakat untuk memulihkan kembali tempat yang terdampak, dan lembaga-lembaga tersebut memberikan respons cepat," ujarnya.

Demi keselamatan lingkungan pesantren, Kemenag menginstruksikan pihak pengelola untuk menerapkan standar keamanan ketat dalam proses pembersihan puing-puing sisa kebakaran. Ia memberikan arahan agar penurunan genteng dan kayu atap yang rapuh sepenuhnya dilakukan oleh tenaga ahli, bukan oleh santri, guna menghindari risiko kecelakaan kerja.

Area lantai tiga juga diminta untuk tetap steril dari aktivitas santri hingga pemeriksaan jaringan kelistrikan oleh pihak PLN selesai dilakukan. "Saya berpesan kepada keluarga besar pondok untuk tetap tabah menerima musibah ini dan sama-sama berikhtiar agar sarana prasarana bisa kembali pulih,” katanya.

“Penurunan atap dan pembersihan puing harus dilakukan oleh ahlinya serta steril dari santri, supaya tidak terjadi musibah di atas musibah. Kepada seluruh pondok pesantren di Kabupaten Cirebon, jika ada kejadian yang memerlukan dukungan pemerintah, silakan berkoordinasi dengan kami dan lembaga terkait," katanya.

Merespons musibah ini, Wakil Pengasuh Ponpes Al Anwariah, Mustafa, mengapresiasi kehadiran dan arahan teknis dari Kantor Kemenag Kabupaten Cirebon. Saat ini, kegiatan belajar mengajar (KBM) dan pengajian Al-Qur'an tetap berjalan dengan pengalihan lokasi sementara ke area masjid dan aula lantai bawah.

“Alhamdulillah untuk kejadian kemarin anak-anak dan alumni sudah terkondisi, tidak panik, tetap tenang, dan melakukan kegiatan belajar mengajar seperti biasa. Untuk sementara kegiatan yang biasanya di lantai tiga dialihkan ke masjid dan aula bawah,” ujarnya.

Kemenag berharap sinergi yang terjalin saat ini dapat menjadi model koordinasi yang solid bagi seluruh pondok pesantren di Kabupaten Cirebon. Langkah ini dinilai penting terutama dalam menghadapi tantangan sarana prasarana maupun berbagai dinamika kelembagaan lainnya.

"Harapan kami dari pihak Kemenag selaku atasan struktural kelembagaan untuk selalu memberikan motivasi, bimbingan, dan arahan dalam setiap kegiatan di pondok pesantren kamI,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....