Kemenag Cirebon Salurkan Al-Qur'an Braille, Perluas Akses Pendidikan Inklusif
- 25 Jul 2026 08:36 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cirebon memperluas jangkauan layanan keagamaan inklusif melalui kolaborasi strategis bersama organisasi masyarakat. Aksesibilitas pendidikan Al-Qur’an bagi kelompok disabilitas sensorik netra menjadi salah satu fokus utama penyusunan program kerja keagamaan di wilayah ini.
Langkah nyata tersebut ditandai dengan penyerahan bantuan Al-Qur'an Braille pada prosesi pelantikan Pengurus Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Cirebon periode 2025-2030 pada Sabtu, 18 Juli 2026. Penyerahan bantuan ini disalurkan melalui Dinas Sosial Kabupaten Cirebon untuk memastikan distribusi yang tepat sasaran bagi warga yang membutuhkan.
Hadir mewakili Kepala Kantor, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Kabupaten Cirebon, Ahmad Kholiq, menegaskan pentingnya peran pemerintah dalam sektor keagamaan. Ia menyampaikan bahwa kehadiran negara dalam memberikan pelayanan keagamaan harus dirasakan secara nyata oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
"Penyerahan Al-Qur'an Braille ini merupakan bentuk pemenuhan hak spiritual bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas. Melalui sinergi dengan PC Fatayat NU, kita bersama-sama membuka ruang yang lebih luas agar pendidikan keagamaan yang inklusif dapat menyentuh tingkat paling dasar di masyarakat," ujarnya dikutip dari rilis Kemenang Cirebon.
Momentum pelantikan yang mengusung tema "Mengokohkan Kepemimpinan Perempuan Fatayat NU yang Mengakar pada Nilai, Tangguh Menghadapi Tantangan Digital" ini menempatkan organisasi perempuan muda tersebut sebagai mitra strategis pemerintah. Selain fokus pada transformasi digital dan dakwah berbasis Aswaja An-Nahdliyah, Fatayat NU Cirebon diarahkan untuk membantu percepatan program kesejahteraan, pemerataan pendidikan, hingga perlindungan perempuan dan anak.
Ketua Bidang Pendidikan Pimpinan Pusat Fatayat NU, Nayla Saida Anwar, memaparkan pentingnya gerak nyata organisasi dalam menjawab dinamika sosial. Menurutnya, program kerja yang telah dicanangkan memerlukan kolaborasi erat dengan sektor pemerintahan guna mendorong kemaslahatan publik secara merata.
"Slogan dan program yang disampaikan tidak akan terwujud jika tidak ada konsolidasi dari berbagai pihak. Fatayat harus mampu membantu pemerintah mewujudkan pendidikan yang merata, ekonomi yang berkeadilan sosial, serta pemerataan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Senada dengan hal itu, Rois Syuriah PCNU Kabupaten Cirebon, Kiai Wawan Arwani, ikut menitipkan harapan besar bagi regenerasi kepemimpinan perempuan di tubuh Nahdlatul Ulama. Ia mendorong peningkatan kapasitas internal kader agar mampu beradaptasi sekaligus membawa kemanfaatan nyata di era modern.
"Sebagai organisasi jam'iyah, Fatayat adalah kawah candradimuka. Karena itu, seluruh kader Fatayat NU perlu mendapatkan pelatihan-pelatihan kepemimpinan. Saat ini perempuan harus mampu menjadi pribadi yang berdaya dan berkarya," ujarnya.
Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Cirebon terpilih, Najhah Barnamij, menyatakan kesiapan jajarannya untuk bergerak membawa dampak langsung lewat empat strategi gerakan, salah satunya adalah wadah pemberdayaan perempuan dan pelindung keluarga. Peta jalan organisasi ke depan akan menyasar penguatan kaderisasi dari tingkat desa (ranting) hingga kabupaten.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati Cirebon, Imron, Ketua Tanfidziyah PCNU, Kiai Aziz Hakim, serta perwakilan pengurus Fatayat dari berbagai tingkatan. Sinergi lintas sektoral ini diharapkan mampu mempercepat realisasi program keagamaan dan kemasyarakatan yang menyentuh seluruh sendi kehidupan warga Kabupaten Cirebon.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....