Karhutla Meluas di Majalengka, 10,85 Hektare Lahan Hangus dalam Sepekan

  • 24 Jul 2026 06:15 WIB
  •  Cirebon

RRI CO.ID, Majalengka - Di bawah langit kemarau yang kian mengering, bara api menjalar tanpa ampun di sejumlah wilayah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Dalam kurun waktu sepekan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas, meninggalkan jejak hitam di bentang alam perbukitan dan lahan kritis.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka mencatat, sebanyak 12 kejadian kebakaran terjadi sepanjang 12 hingga 21 Juli 2026. Luas lahan yang terdampak mencapai 10,85 hektare, tersebar di berbagai kecamatan.

Kepala Pelaksana BPBD Majalengka, Agus Tamim, mengungkapkan bahwa kondisi cuaca ekstrem selama musim kemarau menjadi faktor utama cepatnya penyebaran api. Vegetasi kering yang dipadukan dengan hembusan angin kencang menjadikan semak belukar, kebun, hingga lahan perbukitan sangat rentan terbakar.

"Akumulasi luas lahan terdampak kebakaran hutan dan lahan sudah mencapai 10,85 hektare. Tim Reaksi Cepat bersama unsur pemadam, TNI, Polri, pemerintah desa, dan relawan terus bergerak cepat melakukan pemadaman serta asesmen agar api tidak meluas ke permukiman," ujar Agus Tamim, Kamis, 23 Juli 2026.

Sebaran kebakaran tercatat paling dominan di Kecamatan Cigasong. Di Desa Baribis terjadi tiga kejadian dengan total luas sekitar 4,02 hektare, sementara Desa Kawunghilir terdampak sekitar 1 hektare. Di Kecamatan Kasokandel, kebakaran melanda Desa Wanajaya seluas 2 hektare dan Desa Girimukti dengan total sekitar 0,22 hektare.

Sementara itu, di Kecamatan Kadipaten, api menghanguskan sekitar 2 hektare lahan di Desa Kadipaten. Di wilayah Kecamatan Majalengka, kebakaran terjadi di Kelurahan Majalengka Wetan seluas 1,5 hektare serta Desa Babakanjawa sekitar 0,06 hektare.

Sedangkan di Kecamatan Sindang, kebakaran tercatat di Desa Gunungkuning dengan luas sekitar 0,05 hektare. Seluruh titik kebakaran kini telah ditangani melalui proses pemadaman, pendinginan, hingga asesmen lanjutan oleh tim gabungan guna memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala.

Memasuki puncak musim kemarau, BPBD Majalengka mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Aktivitas pembakaran terbuka, baik untuk membuka lahan maupun membakar sampah dan jerami, diminta untuk dihentikan guna mencegah potensi kebakaran baru.

Masyarakat diimbau untuk tidak membuang puntung rokok secara sembarangan. Selain itu, para pemilik lahan perkebunan disarankan membuat sekat bakar sebagai langkah pencegahan.

BPBD membuka akses pelaporan cepat bagi masyarakat yang menemukan titik api atau kepulan asap di lingkungannya. Laporan tersebut dapat disampaikan melalui pemerintah desa, kecamatan, petugas pemadam, hingga Call Center BPBD di (0233) 283044 atau layanan darurat 112.

Agus Tamim menegaskan, kesiapsiagaan petugas dilakukan penuh selama 24 jam untuk memantau potensi titik panas (hotspot) dan merespons setiap laporan dengan cepat. "Upaya ini penting untuk melindungi keselamatan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di tengah ancaman musim kemarau di Kabupaten Majalengka," katanya menutup.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....