Sikapi Isu LGBT, DPC PPP Kuningan Ajak Masyarakat Perkuat Ketahanan Keluarga

  • 21 Jul 2026 15:14 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Kuningan – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Kuningan mengajak masyarakat memperkuat moral generasi muda melalui pendidikan agama, penguatan akhlak, dan ketahanan keluarga. Langkah ini diusung guna menyikapi maraknya isu LGBT yang dinilai bertentangan dengan ajaran Islam serta nilai-nilai mayoritas masyarakat Indonesia.

Ketua DPC PPP Kabupaten Kuningan, Ali Akbar, mengatakan keluarga merupakan benteng pertama dalam membentuk karakter anak. Menurutnya, orang tua memiliki tanggung jawab menanamkan akidah, ibadah, dan akhlak sejak usia dini agar generasi muda memiliki pegangan hidup yang kuat.

"Di negara kita yang mayoritas penduduknya beragama Islam, kita tidak boleh lepas dari nalar teologis. Allah SWT menciptakan laki-laki dan perempuan untuk membangun keluarga, melanjutkan keturunan, serta menjaga keberlangsungan peradaban manusia. Itu yang harus menjadi pegangan," ujar Ali Akbar, Selasa, 21 Juli 2026.

Ia menjelaskan bahwa ajakan memperkuat moral masyarakat sejalan dengan konsep Maqāṣid al-Syarī'ah, yaitu tujuan-tujuan syariat Islam untuk mewujudkan kemaslahatan dan mencegah kerusakan. Menurutnya, lima tujuan pokok syariat meliputi menjaga agama (hifz ad-din), menjaga jiwa (hifz an-nafs), menjaga akal (hifz al-'aql), menjaga keturunan (hifz an-nasl), dan menjaga harta (hifz al-mal).

"Penguatan keluarga, pendidikan agama, dan pembinaan akhlak merupakan ikhtiar untuk menjaga lima tujuan pokok syariat tersebut. Ketika agama dijaga, akhlak dibina, jiwa ditenangkan dengan ibadah, akal diisi ilmu yang benar, dan keturunan dijaga melalui pernikahan yang sah, maka insyaallah akan lahir masyarakat yang maslahat," katanya.

Ali Akbar menambahkan bahwa pembinaan agama juga memiliki peran dalam membangun ketahanan mental dan spiritual masyarakat. Menurutnya, keluarga yang harmonis, lingkungan yang religius, serta pendidikan akhlak dapat membantu generasi muda memiliki ketenangan batin, pengendalian diri, dan kesiapan menghadapi berbagai tantangan sosial.

"Islam mengajarkan agar manusia menjaga agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Karena itu, keluarga harus menjadi tempat lahirnya kasih sayang, pendidikan, dan ketenteraman sehingga anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berakhlak mulia, dan memiliki ketahanan diri dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan," ujarnya.

Para orang tua di Kabupaten Kuningan diimbau untuk meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan media digital oleh anak-anak. Selain itu, mereka juga diharapkan aktif membiasakan anak mengikuti kegiatan keagamaan serta membangun komunikasi yang terbuka di lingkungan keluarga.

"Orang tua harus menjadi madrasah pertama bagi anak. Tanamkan akidah, akhlak, dan adab sejak dini. Jangan biarkan anak mencari jati diri tanpa bimbingan agama. Pendidikan yang baik di rumah akan menjadi benteng bagi mereka," ucapnya menuturkan.

Selain itu, Ali Akbar mengajak para ulama, kiai, ustaz, guru, dan tokoh masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun karakter generasi muda. Kolaborasi bersama organisasi kemasyarakatan dan lembaga pendidikan ini diharapkan dapat berjalan melalui dakwah, pendidikan, serta pembinaan yang santun dan penuh hikmah.

"Membentengi moral generasi muda bukan hanya tugas pemerintah atau ulama, tetapi tanggung jawab kita semua. Mari kita perkuat dakwah, pendidikan, dan pembinaan keluarga agar lahir generasi yang saleh, cerdas, dan berakhlakul karimah," katanya.

Di akhir keterangannya, Ali Akbar berharap pemerintah terus memperkuat pendidikan karakter yang selaras dengan nilai agama, Pancasila, dan budaya bangsa. Ia juga mengajak masyarakat untuk menyikapi berbagai persoalan sosial dengan bijaksana, tetap menjaga persatuan, serta menaati hukum yang berlaku.

"Semoga Allah SWT senantiasa menjaga Kabupaten Kuningan dan memberikan keberkahan kepada seluruh masyarakatnya. Selain itu, diharapkan pula dapat lahir generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, serta bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara," ujarnya menutup.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....