Pendataan Sensus Ekonomi Dilakukan Digital, Hasilnya Siap Digunakan Awal 2027

  • 16 Jul 2026 07:20 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cirebon memastikan seluruh proses pendataan Sensus Ekonomi 2026 dilakukan secara digital menggunakan aplikasi yang terhubung langsung ke server BPS. Hasil pendataan tersebut ditargetkan mulai dapat dimanfaatkan pada awal 2027 setelah melalui proses validasi.

Kepala BPS Kota Cirebon, Samiran, mengatakan penggunaan metode Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI) membuat data yang dikumpulkan petugas dapat dikirim secara langsung ke pusat data BPS. Namun, sebelum dipublikasikan, seluruh data akan melalui proses pemeriksaan untuk memastikan kualitas dan validitasnya.

"Data masuk langsung ke server BPS. Setelah divalidasi, perkiraannya awal tahun 2027 sudah mulai dapat dimanfaatkan," kata Samiran dalam program Beranda Astacita RRI Cirebon, Selasa 14 Juli 2026.

Ia menjelaskan, proses validasi diperlukan untuk memastikan tidak ada kekeliruan dalam data yang dihimpun di lapangan. Misalnya, apabila terdapat laporan usaha yang mengalami kerugian atau data yang dinilai tidak wajar, BPS akan melakukan pengecekan ulang sebelum data ditetapkan sebagai hasil akhir.

"Kalau misalnya ada usaha yang rugi atau datanya belum masuk akal, akan kami cek lagi. Proses validasi ini memang membutuhkan waktu agar datanya benar-benar akurat," ujarnya.

Ia mengatakan, Sensus Ekonomi 2026 menggunakan kombinasi pendataan digital secara mandiri maupun wawancara langsung. Pelaku usaha yang telah memiliki alamat surat elektronik dan nomor telepon aktif diberikan tautan untuk mengisi kuesioner secara daring, sedangkan usaha mikro dan pelaku usaha yang belum terjangkau layanan digital tetap didatangi petugas.

"Yang memiliki email dan nomor telepon aktif kami kirim tautan untuk mengisi mandiri. Sedangkan usaha yang belum memungkinkan tetap kami datangi langsung," katanya.

Menurutnya, pendekatan tersebut dipilih agar seluruh pelaku usaha, baik skala besar maupun kecil, tetap tercakup dalam pendataan. BPS juga menargetkan tidak ada usaha maupun rumah tangga yang terlewat selama pelaksanaan sensus.

Selain menghasilkan potret kondisi ekonomi nasional, data Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan pemerintah. Data tersebut dapat dimanfaatkan untuk melihat kondisi dunia usaha, kesejahteraan masyarakat, hingga kebutuhan pembangunan di berbagai sektor.

"Kami ingin mendapatkan potret utuh kondisi ekonomi Indonesia tahun 2026. Karena itu kami mendata seluruh kegiatan ekonomi sekaligus kondisi sosial ekonomi masyarakat," katanya.

Ia menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap keamanan data yang diberikan kepada petugas sensus. Seluruh informasi yang dihimpun hanya digunakan untuk kepentingan statistik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....