Perangkap Hama Tikus, Sengatan Listrik di Sawah Renggut Nyawa Petani Majalengka

  • 14 Jul 2026 12:16 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Majalengka - Malam yang seharusnya tenang di hamparan persawahan berubah menjadi duka. Seorang petani di Desa Kedungkencana, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, ditemukan tak bernyawa setelah diduga tersengat arus listrik dari perangkat pengendali hama tikus yang dipasang di area sawah, Senin, 13 Juli 2026.

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 19.30 WIB, saat aktivitas di ladang mulai mereda dan gelap perlahan menyelimuti area persawahan. Korban berinisial K (57), diketahui tersengat aliran listrik yang bersumber dari aki (accu) yang diperkuat inverter, alat yang kerap digunakan sebagian petani untuk mengusir hama tikus.

Sekitar satu jam kemudian, pukul 20.30 WIB, warga menemukan tubuh korban tergeletak di areal sawah Blok Titisara, Desa Leuweunghapit. Kondisi korban saat ditemukan sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan, memicu kepanikan sekaligus duka di tengah masyarakat sekitar.

Danramil 1713/Ligung, Kodim 0617/Majalengka, Kapten Inf Dadang Purnomo, yang turun langsung ke lokasi, membenarkan kejadian tersebut. Bersama aparat terkait dan tim medis, penanganan serta pemeriksaan segera dilakukan di tempat kejadian perkara.

"Hasil pemeriksaan dokter dari Puskesmas Ligung bersama Tim Inafis Polres Majalengka menunjukkan korban meninggal dunia akibat tersengat arus listrik, dengan luka pada bagian lutut," ujar Kapten Inf Dadang, Selasa, 14 Juli 2026.

Pemeriksaan dilakukan secara terpadu, melibatkan unsur Muspika Kecamatan Ligung dan Tim Inafis Polres Majalengka, serta tenaga medis dari Puskesmas setempat. Sementara itu, pihak keluarga telah menerima musibah yang menimpa korban.

Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi para petani terkait penggunaan perangkat listrik di area pertanian. Di balik upaya melindungi hasil panen dari serangan hama, terdapat ancaman serius yang mengintai jika instalasi tidak memenuhi standar keselamatan.

Kapten Dadang mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan tidak sembarangan menggunakan alat bertegangan listrik di lingkungan terbuka seperti persawahan. "Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai upaya melindungi tanaman justru mengorbankan nyawa," ucapnya menegaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....