Korsleting Listrik Picu Kebakaran Warung di Arjawinangun Cirebon

  • 13 Jul 2026 07:51 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Sebuah warung semi permanen di Blok 04 Jalan Suropati, Desa Tegalgubug Lor, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, ludes terbakar pada Minggu, 12 Juli 2026 pagi. Peristiwa kebakaran yang menghanguskan bangunan beserta isinya tersebut diduga kuat dipicu oleh arus pendek atau korsleting listrik pada lampu warung.

Kepala Bidang Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarana Prasarana (PPSP) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Cirebon, Eno Sujana, mengonfirmasi bahwa insiden diperkirakan terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Pihaknya melalui Pos Sektor Arjawinangun baru menerima laporan resmi dari warga bernama Hamid pada pukul 06.47 WIB.

Menanggapi laporan tersebut, armada beserta anggota Regu 2 Sektor Arjawinangun segera dikerahkan dan tiba di lokasi kejadian pada pukul 06.56 WIB. Namun, laju kendaraan pemadam sempat agak tersendat karena jalur menuju lokasi padat oleh banyaknya aktivitas masyarakat sekitar.

"Kami menerima laporan dari warga pada pukul 06.47 WIB dan armada langsung meluncur, namun laju kendaraan pemadam sempat agak tersendat. Hal itu disebabkan jalur menuju lokasi kejadian padat oleh aktivitas warga setempat," ujar Eno Sujana saat dikonfirmasi, Minggu, 12 Juli 2026.

Saat petugas tiba di lokasi, kobaran api utama sebenarnya sudah padam akibat upaya mandiri warga sekitar menggunakan alat seadanya. Kendati demikian, posisi atap bangunan seluas sembilan meter persegi tersebut sudah ambruk dengan sisa bara api dan asap yang masih mengepul.

Petugas Damkar langsung menggelar satu jalur selang untuk melakukan pemadaman lanjutan guna memutus potensi perambatan api. Proses penanganan dilanjutkan dengan pendinginan menyeluruh hingga situasi benar-benar dinyatakan aman terkendali pada pukul 07.40 WIB.

Berdasarkan keterangan pemilik warung, Ismail, kebakaran bermula ketika tempat usahanya itu ditinggal sebentar karena ada suatu keperluan. Dirinya terkejut saat kembali ke lokasi karena mendapati kobaran api sudah membesar dan melahap sebagian besar bangunan.

"Menurut keterangan dari pemilik warung, api diduga berasal dari arus pendek atau korsleting listrik pada bagian lampu. Saat kejadian pemilik sedang pergi karena ada keperluan, dan ketika kembali api sudah membesar," kata Eno menambahkan.

Amukan si jago merah menghanguskan area seluas delapan meter persegi, sementara area yang berhasil diselamatkan hanya tersisa satu meter persegi. Berbagai barang berharga seperti televisi, kompor gas beserta tabungnya, dispenser, rak piring, dan seluruh alat makan dilaporkan ikut hangus terbakar.

Eno Sujana memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden yang menimpa warung semi permanen tersebut. Walakin, kerugian material yang diderita oleh pemilik warung ditaksir mencapai kurang lebih Rp15.000.000,00.

Penanganan darurat di lapangan berjalan lancar berkat kolaborasi erat antara petugas pemadam kebakaran, Tim PLN, pemilik warung, dan masyarakat. Usai melakukan pengecekan ulang untuk memastikan tidak ada sisa bara yang tertinggal, seluruh personel Regu 2 kembali ke Pos Jaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....