Pertamina EP Luncurkan 'Smart Green House' Melon Premium di Indramayu

  • 10 Jul 2026 07:49 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Indramayu - PT Pertamina EP (PEP) Zona 7 resmi melakukan kick-off program Smart Green House budidaya melon di Desa Jatimunggul, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, pada Rabu, 8 Juli 2026. Langkah inovatif itu merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk Kerja Tani Berdikari dan Tahan Pangan (Jari Tangan).

Dalam program itu, Pertamina EP menggandeng Kelompok Tani Jati Bening sebagai penerima manfaat utama. Kelompok tani tersebut saat ini beranggotakan sepuluh orang yang akan mengelola fasilitas modern ini.

Program "Jari Tangan" memanfaatkan fasilitas Smart Green House seluas 200 meter persegi dengan menerapkan sistem hidroponik yang bersumber dari air tanah. Di dalam instalasi modern tersebut, kapasitas ruangnya bisa digunakan untuk menanam sebanyak 480 batang tanaman melon.

Setiap pohon diproyeksikan mampu menghasilkan dua buah melon berkualitas prima dengan bobot masing-masing mencapai 1,5 kilogram. Varietas melon yang dipilih untuk program budidaya ini adalah Sweetnet 9 yang merupakan varietas premium bernilai jual tinggi.

"Varietas Sweetnet 9 ini dibanderol seharga Rp 35 ribu per kilogram. Angka ini jauh melampaui harga melon lokal di pasaran yang biasanya hanya berkisar di angka Rp 12 ribu per kilogram," ujar Retno Indra, Fasilitator dari Rumah Edukasi Kenanga.

Menurut Retno, harga yang lebih tinggi ini sangat sebanding dengan kualitas rasa serta sensasi premium yang ditawarkan. Proses budidaya komoditas buah dari awal hingga siap panen sendiri memakan waktu selama 70 hari.

Pada momen kick-off tersebut, para petani melakukan proses pindah semai dari tahap pembenihan ke area persemaian. Dalam sepuluh hari ke depan, bibit-bibit tersebut baru akan dipindahkan ke media tanam utama.

Kelompok Jati Bening tidak hanya menerima fasilitas fisik, tetapi juga dibekali dengan ilmu manajemen pertanian yang matang. Oleh karena itu, mereka dilibatkan secara aktif oleh fasilitator sejak awal proses pengelolaan.

"Mereka kami libatkan mulai dari persiapan lahan, persemaian, pembibitan, hingga masa panen dan pascapanen. Tak hanya itu, para petani juga akan diajari cara menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP), strategi pemasaran melalui broadcast pascapanen, hingga diversifikasi produk olahan melon," katanya menambahkan.

Untuk sektor hilir atau pemasaran, kelompok ini mengandalkan konsep edukasi wisata berupa Wisata Petik Melon. Strategi ini terbukti sangat diminati konsumen, bahkan biasanya produk melon tersebut ludes terjual dalam waktu setengah hari saja.

Selain menyasar wisatawan langsung, pasar untuk melon premium ini sudah meluas ke wilayah lain. Kini jangkauan pasar penjualan buah tersebut sudah merambah ke jaringan reseller di wilayah Subang hingga Bandung.

Sementara itu, Head of Comrel & CID Pertamina EP Zona 7, Wazirul Luthfi, menegaskan komitmen penuh perusahaan dalam mendukung keberlanjutan program ini. Pertamina EP mengucurkan bantuan paket lengkap untuk satu siklus tanam melon tersebut guna menjamin kelancaran program.

Adapun bantuan kepada Kelompok Jati Bening itu di antaranya berupa bangunan green house, teknologi IoT (auto dosing), dan biaya operasional satu siklus. Selain itu, diserahkan pula bantuan berupa mesin pompa air, bibit, pupuk, hingga blower.

“Kami melakukan pendampingan sejak awal hingga pascapanen," ucap Wazirul saat memberikan keterangan resmi.

Melalui sinergi teknologi dan pertanian ini, Pertamina EP berharap program "Jari Tangan" mampu menjadi motor penggerak pemberdayaan masyarakat. Program ini juga ditargetkan dapat mendongkrak roda perekonomian warga di Kabupaten Indramayu secara berkelanjutan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....