Cegah Karhutla, BPBD Majalengka Minta Warga Setop Bakar Rumput Kering
- 05 Jul 2026 19:02 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Majalengka– BPBD Kabupaten Majalengka menilai faktor manusia masih menjadi penyebab utama kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau, sehingga peningkatan kesadaran masyarakat dinilai menjadi kunci untuk menekan risiko kebakaran. Selain memperkuat pengawasan dan koordinasi lintas sektor, BPBD juga menggencarkan edukasi kepada masyarakat serta menjalin kerja sama dengan Perhutani dan pengelola kawasan hutan untuk mengantisipasi karhutla di wilayah rawan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka, Dr. H. Agus Tamim, ST., M.Si., mengatakan sebagian besar kejadian karhutla dipicu oleh aktivitas manusia, terutama di lahan terbuka yang dipenuhi vegetasi kering selama musim kemarau. Menurutnya, puntung rokok yang dibuang sembarangan maupun pembakaran rumput tanpa pengawasan menjadi pemicu yang paling sering menyebabkan api meluas.
"Kalau ada lahan terbuka, ada orang yang buang puntung rokok, itu sangat rentan sekali. Begitu kena angin, langsung terbakar," ujar Agus dalam Dialog Cirebon Menyapa di RRI Cirebon, Jumat, 3 Juli 2026.
Ia menjelaskan kebiasaan masyarakat membakar ilalang atau rumput kering tanpa memastikan api benar-benar padam juga masih kerap ditemukan di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut semakin berbahaya ketika dilakukan pada musim kemarau karena vegetasi yang mengering membuat api lebih cepat menjalar dan sulit dikendalikan.
"Orang suka membakar rumput kering sedikit-sedikit di luar pengawasan. Kalau memang perlu disiangi, tunggu sampai apinya mati, jangan ditinggal," kata Agus.
Menurut Agus, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap potensi bahaya kebakaran menyebabkan risiko karhutla masih tinggi meskipun berbagai upaya pencegahan terus dilakukan pemerintah daerah. Karena itu, BPBD terus mengomunikasikan dan menyosialisasikan ancaman kebakaran kepada masyarakat agar setiap aktivitas yang berpotensi memicu api dapat dilakukan dengan lebih bertanggung jawab.
Sebagai langkah mitigasi, BPBD Majalengka telah menjalin kerja sama melalui nota kesepahaman (MoU) dengan Perhutani dan pengelola kawasan hutan Gunung Ciremai dalam upaya pencegahan kebakaran hutan. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan para camat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap lahan-lahan terbuka yang memiliki potensi tinggi mengalami kebakaran selama puncak musim kemarau.
Agus menambahkan sinergi antara pemerintah, pengelola hutan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menekan risiko karhutla di Kabupaten Majalengka. Masyarakat pun diimbau tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak melakukan pembakaran lahan tanpa pengawasan, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan titik api agar kebakaran tidak berkembang menjadi lebih luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....