Tembus Pasar China, 70 Persen Cumi-Cumi PPN Kejawanan Diekspor

  • 05 Jul 2026 18:49 WIB
  •  Cirebon

RRI.co.id, Cirebon – Perbedaan persyaratan yang diterapkan setiap negara tujuan ekspor masih menjadi tantangan utama bagi pelaku usaha perikanan dalam menembus pasar global. Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan Cirebon terus berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta berbagai instansi terkait agar produk perikanan asal Cirebon, khususnya cumi-cumi, dapat memenuhi standar internasional dan diterima di pasar ekspor.

Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Kerja Operasional PPN Kejawanan Cirebon, Mukhlis, dalam Dialog Cirebon Menyapa di RRI Cirebon, Kamis, 02 Juli 2026. Menurutnya, tantangan ekspor saat ini bukan terletak pada permintaan pasar, melainkan pada kemampuan memenuhi persyaratan teknis yang berbeda di setiap negara tujuan.

Mukhlis mengatakan sektor perikanan tetap mampu bertahan ketika pandemi COVID-19 berlangsung, selama negara tujuan masih menerima produk dan tidak memberlakukan pembatasan terhadap komoditas yang dikirim. Namun, ia mengakui berbagai ketentuan yang diterapkan negara pengimpor menjadi tantangan yang harus dipenuhi oleh seluruh pelaku usaha perikanan.

"Yang jadi masalah adalah negara-negara pembeli memiliki banyak persyaratan yang harus dipenuhi. Kami selalu berkoordinasi di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan maupun dengan instansi lain agar produk-produk kita bisa diterima oleh negara tujuan," ujar Mukhlis.

Ia menjelaskan setiap negara memiliki standar yang berbeda, sehingga eksportir harus memahami secara rinci ketentuan yang berlaku sebelum mengirimkan produk perikanan. Menurutnya, kurangnya informasi mengenai regulasi negara tujuan berpotensi menyebabkan produk ditolak atau bahkan dikembalikan setelah tiba di negara tujuan.

"Setiap negara memiliki persyaratan yang berbeda-beda. Kalau mau ekspor ke negara tertentu, syaratnya harus diketahui dan dipenuhi. Kalau tidak, produknya tidak akan bisa masuk atau bahkan dikembalikan," kata Mukhlis.

Sebelumnya, Mukhlis menjelaskan produksi perikanan di PPN Kejawanan mencapai sekitar 5.000 hingga 6.000 ton per tahun dengan komoditas unggulan berupa cumi-cumi yang mendominasi sekitar 60 hingga 70 persen dari total produksi. Dari jumlah tersebut, sekitar 70 persen dipasarkan ke luar negeri, terutama ke China dan sejumlah negara di Asia Tenggara, sedangkan sisanya dipasarkan di dalam negeri.

Selain ekspor cumi-cumi, PPN Kejawanan juga menjadi lokasi dua unit pengolahan daging rajungan yang secara khusus memasok produk ke Amerika Serikat. Upaya menjaga kualitas hasil tangkapan serta pemenuhan standar internasional terus dilakukan agar daya saing produk perikanan asal Cirebon semakin meningkat di pasar global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....