HUT ke-18 Bank Majalengka, Bupati Dorong Tingkatkan PAD di tengah Tren Positif

  • 02 Jul 2026 16:10 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Majalengka – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Bank Majalengka (BPR Majalengka) menjadi titik refleksi sekaligus pijakan baru bagi penguatan kinerja sektor perbankan daerah. Di tengah capaian yang mulai menunjukkan tren positif, Pemerintah Kabupaten Majalengka menaruh harapan besar agar Bank Majalengka mampu berkontribusi lebih signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Bupati Majalengka, H. Eman Suherman, menegaskan pentingnya peningkatan profesionalisme dan efisiensi dalam pengelolaan bank daerah tersebut. Ia menilai, perbaikan kinerja yang mulai terlihat harus terus dijaga dan ditingkatkan secara berkelanjutan.

"Bagaimana teman-teman di sana bisa meningkatkan kinerjanya, supaya BPR ini bisa semakin besar. Kalau sudah besar, tentu dampaknya akan terasa terhadap PAD," ujar Buati Eman Suherman, Kamis, 2 Juli 2026.

Salah satu indikator perbaikan yang disoroti adalah penurunan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL). Dari sebelumnya berada di angka 14 persen, kini berhasil ditekan hingga di bawah 10 persen.

"Ini sebuah capaian yang dinilai sebagai sinyal positif dari pengelolaan yang semakin profesional. Artinya tren ini baik. Pengelolaannya sudah mulai terlihat lebih profesional," katanya menambahkan.

Tak hanya itu, rencana penambahan penyertaan modal juga menjadi strategi lanjutan untuk memperkuat struktur keuangan Bank Majalengka. Dengan dukungan tersebut, diharapkan kinerja keuangan, termasuk dividen dan profit, dapat meningkat secara signifikan.

Dalam diskusi internal, manajemen bank sempat menyampaikan proyeksi kenaikan dividen hingga 25 persen. Namun, Bupati menekankan pentingnya kalkulasi yang lebih matang, terutama dengan menekan biaya operasional sebagai kunci peningkatan keuntungan.

"Saya minta dihitung kembali. Kalau operasional bisa ditekan, otomatis dividennya akan tinggi, profit meningkat, dan pada akhirnya berdampak langsung terhadap PAD kita," ucapnya menegaskan.

Langkah efisiensi dan penguatan kinerja ini diharapkan tidak hanya meningkatkan daya saing Bank Majalengka, tetapi juga memperkuat peran strategisnya sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Di usia yang ke-18, bank daerah ini dituntut untuk tidak sekadar bertahan, tetapi tumbuh agresif dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Majalengka 'Langkung SAE'.

Direktur Utama Bank Majalengka, Asep Muhamad Jamaludin, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan tahun 2026, kinerja bank menunjukkan hasil yang melampaui ekspektasi. Dari target laba sebesar Rp1,51 miliar, realisasi telah mencapai Rp1,82 miliar atau sekitar 120,08 persen.

Capaian tersebut menjadi landasan optimisme untuk mengejar target akhir tahun sebesar Rp4,7 miliar. Sementara itu, kontribusi PAD ditargetkan naik menjadi Rp1,9 miliar dari sebelumnya kisaran Rp1,38 miliar.

Selain penguatan kinerja keuangan, transformasi kelembagaan juga menjadi agenda penting. Sejalan dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), Bank Majalengka akan beralih status dari Perumda menjadi Perseroda.

Dalam proses ini, kata dia, pemerintah daerah berencana menambah penyertaan modal sebesar Rp9,3 miliar guna mendorong ekspansi usaha dan memperkuat daya saing. Bupati Eman turut menekankan pentingnya inovasi layanan dan produk perbankan agar lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Hal ini dinilai krusial untuk memperluas pangsa pasar sekaligus menggerakkan ekonomi lokal. Menanggapi hal tersebut, Asep menyatakan kesiapan penuh pihaknya untuk memenuhi target yang telah ditetapkan.

Ia optimistis, dengan dukungan tambahan modal, kontribusi terhadap PAD dapat meningkat antara 25 hingga 30 persen. Dengan tren kinerja yang terus membaik dan dukungan kuat dari pemerintah daerah, Bank Majalengka kini berada di fase krusial menuju transformasi sebagai lembaga keuangan daerah yang lebih modern, sehat, dan berdaya saing tinggi.

Tren kinerja membaik dan dukungan penuh pemerintah daerah membawa Bank Majalengka berada di persimpangan penting. Kini, bank tersebut melangkah menuju transformasi sebagai lembaga keuangan daerah yang lebih kuat dan sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....