Peran Ayah sejak Masa Kehamilan Dinilai Penting Bagi Kesehatan Ibu & Bayi

  • 30 Jun 2026 05:12 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cirebon menilai keterlibatan ayah sejak masa kehamilan menjadi salah satu faktor penting dalam upaya menekan angka stunting. Peran tersebut tidak hanya sebatas memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, tetapi juga mendampingi istri selama proses kehamilan.

Kepala DPPKBP3A Kabupaten Cirebon, Dra. Indra Fitriani, M.M., mengatakan masih banyak suami yang belum terlibat secara aktif saat istri menjalani pemeriksaan kehamilan. Kondisi tersebut perlu diubah agar suami memahami langsung kondisi kesehatan ibu dan janin.

"Di lapangan saya masih melihat pemandangan yang kadang suka ngelus dada. Banyak suami ngantar istrinya ke puskesmas atau klinik, tapi suaminya hanya nunggu di atas motor, di parkiran, ngerokok di luar sambil main game di handphone, istrinya masuk sendiri," katanya dalam Dialog Cirebon Menyapa RRI Cirebon, Senin 29 Juni 2026.

Ia mengimbau para suami mulai mengubah kebiasaan tersebut dengan ikut mendampingi istri hingga ke ruang pemeriksaan. Menurutnya, kehadiran suami memungkinkan pasangan memperoleh informasi kesehatan secara langsung dari tenaga medis.

"Hari ini saya sampaikan kepada para suami di Kabupaten Cirebon, ubah kebiasaan itu mulai sekarang. Parkir motornya, matikan handphone-nya, gandeng tangan istrinya, dan masuk ke dalam ruangan periksa bersama-sama," ujarnya.

Ia menjelaskan, saat suami berada di ruang pemeriksaan, ia dapat mengetahui perkembangan janin, kondisi kesehatan istri, hingga saran tenaga kesehatan yang harus diterapkan di rumah. Dengan demikian, suami dapat memberikan dukungan yang lebih tepat selama masa kehamilan.

"Ketika suami ikut duduk di depan bidan atau dokter, suami akan mendengar langsung grafik perkembangan calon bayinya. Informasi ini harus didengar langsung oleh suami agar di rumah suami bisa menjadi pelindung yang tepat," katanya.

Ia menambahkan, dukungan emosional dari suami juga berpengaruh terhadap kondisi psikologis ibu hamil. Ibu yang merasa aman dan didampingi akan lebih tenang sehingga berdampak positif terhadap tumbuh kembang janin.

"Ibu hamil yang didampingi suaminya akan merasa dicintai dan aman. Secara medis jika ibu hamil bahagia dan bebas stres, aliran darah dan nutrisi ke janin akan lancar sempurna," katanya.

Sebaliknya, stres selama kehamilan dapat menghambat pertumbuhan janin dan meningkatkan risiko stunting sejak dalam kandungan. Karena itu, keterlibatan ayah sejak awal kehamilan dinilai menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....