KDM Harap Pengusaha Kolaborasi Bangun Infrastruktur ke Pelabuhan Patimban
- 29 Jun 2026 15:26 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong para pengusaha di Jawa Barat memprioritaskan pembangunan infrastruktur yang menghubungkan jalan tol, jalan nasional, jalan provinsi, hingga jalan kabupaten dengan Pelabuhan Patimban sebagai pintu ekspor utama. Hal itu disampaikan Kang Dedi Mulyadi (KDM), dalam rilisnya pada Senin, 29 Juni 2026.
"Intinya kan kita ingin dorong Jabar punya pelabuhan namanya Patimban. Kalau kita punya industri tetapi tidak punya pelabuhan, nanti pelabuhannya selalu menggunakan di tempat lain, ekspornya dicatat sebagai produk di tempat lain bukan produk Jabar," ujar Dedi.
Pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) tersebut meminta perusahaan yang beroperasi di Jawa Barat untuk turut berkontribusi terhadap penerimaan daerah. Kontribusi nyata tersebut dapat dilakukan melalui penggunaan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) wilayah Jawa Barat.
"Saya meminta pengusaha mencatatkan NPWP di Jawa Barat agar kontribusi pajaknya tidak mengalir ke daerah lain. Jangan sampai industrinya di sini, pencemarannya di sini, menggunakan infrastruktur di sini, menghadapi tekanan demo di sini, biaya pengamanan kita yang mengeluarkan, tetapi bagi hasil pajaknya justru di tempat lain," katanya.
Ia juga menekankan pentingnya distribusi manfaat ekonomi yang adil bagi desa-desa penghasil. Langkah tersebut diperlukan agar pertumbuhan industri yang terjadi turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah sekitarnya.
Di bidang infrastruktur, KDM menyebut pemerintah akan memperkuat penyediaan air bersih bagi kawasan industri agar tidak lagi bergantung pada air tanah. Pasokan air tersebut direncanakan berasal dari sumber-sumber air permukaan seperti Sungai Citarum maupun Waduk Jatigede.
| Baca juga: BAZNAS Majalengka Luncurkan 5 Kampung Zakat |
Selain infrastruktur fisik, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk terus memperkuat sektor teknologi informasi. Langkah tersebut diambil sebagai penunjang utama dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif dan mendukung pengembangan industri.
Dedi menambahkan, pemerintah juga terus menyiapkan sumber daya manusia melalui penguatan program link and match antara sekolah dengan dunia industri. Salah satu gagasan yang tengah disiapkan adalah memperpanjang masa praktik kerja industri bagi siswa.
"Siswa kelas 3 nantinya akan difokuskan untuk menjalani praktik industri saja selama satu tahun penuh. Melalui skema tersebut, mereka akan masuk program prakerja dan langsung terdaftar sebagai calon karyawan," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....