Retreat YPPM UNMA Jadi Titik Awal Transformasi Manajerial dan Leadership
- 27 Jun 2026 18:14 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Majalengka – Transformasi besar tidak selalu dimulai dari perubahan struktur atau kebijakan, tetapi dari kesadaran nilai dan cara berpikir para penggeraknya. Semangat inilah yang menjadi fondasi pelaksanaan kegiatan retreat Transformasi Manajerial dan Leadership YPPM UNMA WAY 2026–2030 di Universitas Majalengka.
Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam membangun arah baru organisasi yang berorientasi pada kinerja. Selain itu, fokus juga diarahkan pada integritas, karakter, serta keselarasan kepemimpinan di seluruh lini.
Ketua Pelaksana kegiatan, Setia Hadi, S.H., M.H., menegaskan bahwa transformasi organisasi tidak cukup hanya bertumpu pada aspek struktural maupun program kerja semata. Menurutnya, perubahan yang berkelanjutan harus dimulai dari kesadaran nilai, disiplin manajerial, serta komitmen kolektif seluruh unsur organisasi.
"UNMA WAY 2026–2030 diharapkan menjadi jalan bersama dalam membangun cara berpikir, cara memimpin, cara bekerja, dan cara melayani yang lebih terarah, berintegritas, dan berkelanjutan," ujarnya, Sabtu, 27 Juni 2026.
Retreat yang berlangsung selama dua hari satu malam, mulai 27 hingga 28 Juni 2026 ini, diikuti oleh berbagai elemen penting kampus, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa. Komposisi peserta ini mencerminkan bahwa transformasi bukan hanya menjadi tanggung jawab pimpinan, melainkan gerakan bersama seluruh ekosistem Universitas Majalengka.
Selama pelaksanaan, peserta mengikuti rangkaian sesi terstruktur yang dirancang untuk memperkuat fondasi kepemimpinan dan budaya organisasi. Salah satu sesi utama menghadirkan tim ESQ yang memberikan penguatan nilai kesadaran diri, spiritualitas kerja, serta kepemimpinan berbasis karakter.
Tidak hanya berhenti pada pembekalan, kegiatan ini juga diarahkan untuk membangun refleksi kolektif dan memperkuat komitmen. Langkah tersebut diambil guna memastikan kesiapan implementasi seluruh program pasca-retreat.
Sebagai langkah konkret, panitia bersama pimpinan YPPM dan Universitas Majalengka merumuskan enam output utama yang menjadi pijakan transformasi ke depan. Keenam output tersebut meliputi Buku Renungan Jiwa sebagai refleksi nilai.
Komitmen moral organisasi ini diperkuat melalui Ikrar YPPM UNMA, Wall of Commitment, Code of Conduct, serta aturan Do and Don’ts. Seluruh budaya tersebut dikawal oleh Komisi Etik Guardian of Values dan ditindaklanjuti pasca-retreat melalui implementasi Balanced Scorecard serta 100 Hari Action Plan.
Melalui output tersebut, nilai dan komitmen yang dibangun dalam retreat tidak hanya berhenti sebagai wacana. Semua poin tersebut langsung diterjemahkan ke dalam langkah kerja yang terukur, indikator kinerja, serta pembagian tanggung jawab yang jelas di seluruh lini organisasi.
Setia Hadi berharap, kegiatan ini menjadi titik awal lahirnya budaya baru di lingkungan Universitas Majalengka. Sebuah budaya yang tidak hanya mengedepankan profesionalisme, tetapi juga integritas, kebijaksanaan dalam memimpin, serta ketulusan dalam melayani.
"Semoga kita tidak hanya pulang membawa kenangan, tetapi membawa kesadaran baru, komitmen baru, dan energi baru untuk bekerja lebih baik serta berkontribusi nyata bagi UNMA," ujarnya menutup.
Dengan semangat UNMA WAY 2026–2030, Universitas Majalengka meneguhkan langkah menuju institusi yang solid dalam sinergi dan unggul dalam gagasan. Di saat yang sama, universitas ini berkomitmen untuk berkualitas dalam kinerja serta bermartabat dalam pengabdian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....