Optimalkan Retribusi TKA, DK2UKM Majalengka Targetkan PAD Tembus Rp5,6 Miliar

  • 27 Jun 2026 17:37 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Majalengka – Di tengah tekanan fiskal daerah, Pemerintah Kabupaten Majalengka mulai mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan alternatif yang selama ini belum tergarap maksimal. Salah satunya adalah retribusi dari Tenaga Kerja Asing (TKA), yang kini menjadi sektor strategis baru dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Melalui Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (DK2UKM), langkah akseleratif mulai dijalankan dengan pendekatan pengawasan ketat sekaligus inovasi pembiayaan pembangunan berbasis "creative financing".

Kepala DK2UKM Majalengka, H. Solehudin, menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan pembenahan menyeluruh, baik dari sisi pelayanan maupun pengawasan, guna memaksimalkan potensi PAD dari sektor TKA. Hal ini sejalan dengan meningkatnya arus investasi yang masuk ke wilayah Majalengka.

"Kami akan terus melakukan inovasi dan peningkatan layanan. Potensi PAD dari retribusi TKA sangat besar, apalagi iklim investasi di Majalengka saat ini terus berkembang," ujar Solehudin, Sabtu 27 Juni 2026

Retribusi TKA sendiri baru mulai diberlakukan pada tahun 2024, menjadikannya sebagai sumber pendapatan yang relatif baru bagi daerah. Berdasarkan ketentuan, setiap tenaga kerja asing yang bekerja di wilayah Majalengka dikenakan retribusi sebesar 100 dolar Amerika Serikat per orang per bulan.

Sejak diterapkan, kontribusi sektor ini menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Pada tahun 2024, realisasi PAD dari TKA tercatat sebesar Rp2,1 miliar dengan jumlah 312 tenaga kerja asing. Angka tersebut meningkat pada tahun 2025 menjadi Rp2,8 miliar dari 406 TKA.

Memasuki tahun 2026, hingga Juni, realisasi pendapatan telah mencapai Rp3,08 miliar dari 230 TKA. Bahkan, dalam perubahan anggaran, target PAD dari sektor ini diproyeksikan melonjak hingga Rp5,6 miliar sebagai bagian dari strategi akselerasi yang diusung pimpinan baru DK2UKM.

Solehudin menjelaskan, strategi "creative financing" menjadi salah satu pendekatan kunci dalam mendukung pembiayaan pembangunan daerah tanpa sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah. Skema ini menitikberatkan pada kolaborasi dan inovasi dalam pembiayaan proyek-proyek strategis.

Untuk memastikan target tercapai, DK2UKM juga memperkuat pengawasan di lapangan melalui sinergi dengan Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) dari Imigrasi Cirebon. Pengawasan rutin dan pembinaan dilakukan guna memastikan kepatuhan administrasi serta optimalisasi penerimaan daerah.

"Kami bersama Timpora secara rutin melakukan pengawasan dan pembinaan. Ini penting untuk memastikan seluruh potensi dapat tergali secara maksimal dan akuntabel," tambahnya.

Berdasarkan data DK2UKM, tenaga kerja asing di Majalengka didominasi oleh warga negara China, Vietnam, dan Korea Selatan, yang sebagian besar bekerja di sektor industri manufaktur dan tekstil di wilayah Majalengka Utara. Mereka umumnya menempati posisi strategis sebagai tenaga ahli, teknisi, hingga jajaran manajerial.

Dengan penguatan sistem pengawasan dan inovasi pembiayaan, DK2UKM optimistis sektor retribusi TKA akan menjadi salah satu penopang utama PAD di masa depan, sekaligus mempercepat pembangunan daerah menuju Majalengka yang lebih maju dan berdaya saing.

Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mengelola potensi ekonomi secara adaptif, transparan, dan berkelanjutan demi mewujudkan visi Majalengka 'Langkung SAE'.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....