Kemenag Indramayu Dorong Lebaran Yatim Jadi Gerakan Kepedulian Sosial

  • 27 Jun 2026 08:23 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Indramayu – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indramayu menegaskan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas bukan sekadar kegiatan penyaluran santunan, tetapi menjadi upaya membangun ekosistem kepedulian yang berkelanjutan bagi anak yatim dan penyandang disabilitas. Kegiatan yang merupakan bagian dari gerakan nasional Kementerian Agama tersebut digelar di Yayasan Arqom Abil Arqom, Masjid Darussalam Perumahan Sindang Citra, Kabupaten Indramayu pada Kamis 25 Juni 2026.

Pada peringatan 10 Muharam 1448 Hijriah itu, sebanyak 27 anak yatim dan penyandang disabilitas menerima santunan. Kegiatan juga diisi dengan penguatan nilai sosial dan keagamaan sebagai bentuk dukungan agar para penerima manfaat memiliki kesempatan yang setara untuk tumbuh dan meraih masa depan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indramayu, H. Aghuts Muhaimin, mengatakan Lebaran Yatim merupakan ikhtiar menghadirkan kepedulian yang tidak berhenti pada pemberian bantuan semata.

"Anak-anak yatim dan penyandang disabilitas harus merasakan bahwa mereka tidak berjalan sendiri. Kehadiran negara, masyarakat, dan lembaga sosial harus menjadi energi yang menguatkan mereka untuk terus belajar, berprestasi, dan menatap masa depan dengan optimistis. Inilah makna Kemenag Berdampak, hadir memberi manfaat dan memperluas kemaslahatan," katanya dikutip dari rilis Kemenag Indramayu.

Ketua Yayasan Arqom Abil Arqom, H. Zaenal Machmud, mengapresiasi dukungan Kementerian Agama dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, yayasan selama ini mengelola berbagai layanan sosial dan pendidikan, termasuk pembinaan anak yatim, kaum duafa, dan lanjut usia.

"Hari ini di Masjid Darussalam Perumahan Sindang Citra dilaksanakan Lebaran Anak Yatim Piatu dan Disabilitas yang telah menjadi program Kementerian Agama RI. Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas kehadiran dan partisipasi seluruh pihak yang telah membantu anak-anak asuhan kami, terutama Kemenag Indramayu. Kami berharap Kementerian Agama terus hadir dan peduli pada bidang sosial dan kemasyarakatan," ujarnya.

Dalam sambutannya secara nasional, Menteri Agama Republik Indonesia, K.H. Nasaruddin Umar, mengajak masyarakat menjadikan 10 Muharam sebagai tradisi kepedulian sosial yang terus dipelihara.

"Bulan Muharam memiliki banyak nilai sejarah dan menjadi momentum membangun akhlakul karimah. Mari kita jadikan tanggal 10 Muharam sebagai tradisi baru di Indonesia. Lebaran Yatim harus menjadi momentum untuk membebaskan anak-anak yatim dan kelompok difabel dari berbagai kesulitan hidup yang mereka hadapi," katanya.

Kegiatan tersebut juga meninggalkan kesan mendalam bagi para penerima manfaat. Salah seorang anak yatim, Alif, mengaku bahagia karena merasakan perhatian dari banyak pihak.

"Saya senang dan terharu. Terima kasih karena sudah membuat kami merasa diperhatikan dan diberi semangat," katanya.

Hal serupa disampaikan Bayu yang berharap kegiatan tersebut dapat terus berlanjut. "Semoga kegiatan seperti ini terus ada. Saya ingin terus sekolah dan membuat orang tua bangga. Terima kasih Kemenag Indramayu, bantuan ini ingin saya belikan buat sembako," ujarnya.

Melalui Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas, Kementerian Agama Kabupaten Indramayu bersama para mitra berupaya memperkuat budaya kepedulian sosial dengan menghadirkan dukungan yang mampu membuka kesempatan, mengangkat martabat, dan menumbuhkan harapan bagi anak yatim serta penyandang disabilitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....