Nahkodai PPP Kuningan, Ali Akbar Siapkan Strategi Rebut Generasi Z

  • 24 Jun 2026 13:34 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Kuningan – Kepastian mengenai kepengurusan definitif DPC PPP Kabupaten Kuningan periode 2026–2031 akhirnya terjawab setelah dinanti hampir dua bulan pasca-Musyawarah Cabang (Muscab). Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP kini resmi menerbitkan Surat Keputusan (SK) untuk kepengurusan tersebut.

Turunnya SK tersebut sekaligus mengakhiri berbagai dinamika internal yang sempat mewarnai proses pembentukan kepengurusan baru. Ali Akbar yang juga anggota DPRD Kabupaten Kuningan resmi ditetapkan sebagai Ketua DPC PPP Kuningan.

Ali memastikan seluruh kader kini telah berada dalam satu barisan yang solid. Mereka menyatakan siap bergerak bersama untuk menjalankan berbagai agenda politik partai ke depan.

"Kemarin kita boleh berdinamika, tetapi saat ini kami pastikan PPP Kuningan sudah solid. Saya tegaskan, sudah tidak ada lagi faksi-faksi di dalam tubuh partai. Sebagai kader, kita semua wajib taat dan tunduk pada putusan yang telah dikeluarkan oleh DPP," kata Ali Akbar di Sekretariat DPC Kuningan, Rabu, 24 Juni 2026.

Menurutnya, proses penerbitan SK yang memakan waktu sekitar dua bulan bukan karena persoalan internal daerah, melainkan padatnya agenda DPP PPP yang harus menerbitkan kepengurusan secara serentak di berbagai wilayah Indonesia. Pada kepengurusan baru ini, Ali akan didampingi Masuri atau yang akrab disapa Gonjes sebagai sekretaris dan H. Eman sebagai bendahara.

Usai menerima mandat, Ali bergerak melakukan safari politik dengan menemui sejumlah tokoh senior PPP Kuningan. Di antaranya Dr. Toto, Dr. H. Momon dan H. Uus Yusuf atau yang dikenal dengan sapaan Beben Jius.

Menurut Ali, masukan dari para senior menjadi bekal penting untuk membangun kembali kekuatan PPP di Kabupaten Kuningan. Selain memperkuat konsolidasi internal, PPP Kuningan juga berkomitmen kembali mendekatkan diri dengan kalangan pesantren dan ulama yang selama ini menjadi basis historis partai berlambang Ka'bah tersebut.

"Kita ingin kembali memperkuat hubungan dengan pesantren, para kiai dan keluarga besar organisasi yang menjadi bagian dari sejarah lahirnya PPP," ujarnya.

Untuk memperkuat peran tersebut, jajaran dewan majelis partai diisi sejumlah tokoh senior dan ulama. Majelis Syariah dipimpin KH. Abdul Muhit, KH. Ajib Ma'ali dan Dr. H. Momon, sementara Majelis Pertimbangan dipimpin Dr. Toto serta Majelis Pakar dipimpin H. Uus Yusuf.

Di sisi lain, Ali mengakui tantangan politik saat ini jauh berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Karena itu, PPP Kuningan mulai menyiapkan strategi yang lebih adaptif untuk menjangkau generasi muda.

"Kita dihadapkan pada tantangan politik modern. Generasi saat ini memiliki cara pandang yang berbeda terhadap politik. PPP wajib adaptif dan merubah pola pergerakan agar pesan-pesan partai bisa diterima dengan baik oleh kalangan muda," katanya menegaskan.

Pasca-penerbitan kepengurusan definitif, DPC PPP Kabupaten Kuningan kini mulai bergerak cepat memanaskan mesin organisasi. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk persiapan awal dalam menghadapi berbagai agenda politik dan pesta demokrasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....