Gangguan Sistem Jadi Kendala Pelaksanaan CKG di Majalengka

  • 23 Jun 2026 15:37 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Majalengka masih menghadapi sejumlah kendala teknis. Salah satu hambatan yang paling sering ditemui adalah gangguan pada sistem aplikasi yang digunakan untuk input data peserta.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka, Rina Hastuti, S.ST., M.A.P., mengatakan kendala tersebut berasal dari sistem yang terhubung langsung dengan Kementerian Kesehatan. Akibatnya, proses input data kerap terhambat saat sistem mengalami gangguan atau pemeliharaan.

Menurutnya, petugas kesehatan sering kali tidak dapat langsung memasukkan hasil pemeriksaan ke dalam aplikasi. Kondisi tersebut membuat pekerjaan administrasi harus ditunda hingga sistem kembali normal.

“Kadang ketika kita sudah semangat mau menginput CKG, ternyata sistemnya lagi maintenance atau ada gangguan sinyal. Dan lebih sering itu aplikasinya sering error, sering hang,” ujarnya kepada RRI Selasa, 23 Juni 2026.

Selain gangguan sistem, Dinas Kesehatan juga berharap adanya integrasi atau bridging dengan program skrining kesehatan lainnya. Langkah tersebut dinilai dapat mempermudah proses pencatatan dan mengurangi pekerjaan ganda bagi petugas kesehatan.

Rina mencontohkan skrining penyakit tidak menular maupun skrining bayi baru lahir yang saat ini masih memerlukan input data secara terpisah. Jika seluruh layanan dapat terhubung dengan aplikasi SatuSehat, proses pelaporan akan menjadi lebih efisien.

“Kita mengharapkan adanya bridging ke aplikasi SatuSehat. Ketika di aplikasi ini sudah bridging, malah lebih memudahkan kita untuk melakukan input selanjutnya,” katanya.

Kendala lain yang turut memengaruhi pelaksanaan CKG adalah pemadaman listrik yang sempat terjadi di sejumlah wilayah. Meski pemeriksaan kesehatan tetap dapat dilakukan secara manual, proses input data menjadi tertunda hingga listrik kembali menyala.

Menurut Rina, kondisi tersebut menyebabkan pekerjaan petugas kesehatan menumpuk karena data hasil pemeriksaan harus dimasukkan kembali setelah sistem dapat digunakan. Ia berharap perbaikan sistem yang sedang dilakukan pemerintah pusat dapat mendukung kelancaran pelaksanaan CKG ke depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....