Komnas PA: Motif 'Sok Hebat' Picu Siswa SMP di Cirebon Rentan Lakukan Perundungan
- 23 Jun 2026 07:13 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dinilai menjadi kelompok pendidikan yang paling rentan terlibat dalam kasus bullying dibandingkan tingkat SD maupun SMA. Faktor pencarian jati diri, pengaruh kelompok pertemanan, dan keinginan untuk menunjukkan eksistensi disebut menjadi pemicu utama meningkatnya perundungan pada usia remaja awal.
Dalam Dialog Cirebon Menyapa yang disiarkan RRI pada Rabu, 17 Juni 2026, Ketua Komnas Perlindungan Anak Cirebon Raya, Siti Nuryani, mengatakan sebagian besar laporan bullying yang ditangani melibatkan siswa SMP. Menurutnya, masa peralihan dari anak-anak menuju remaja membuat siswa pada usia tersebut lebih mudah terpengaruh lingkungan dan kelompok sebaya. “SMP yang lebih banyak dan biasanya mereka itu ingin menunjukkan kehebatannya,” kata Siti Nuryani.
Ia menjelaskan perilaku perundungan pada usia SMP sering berkaitan dengan keinginan untuk diterima dalam kelompok tertentu. Dalam beberapa kasus, pelaku merasa lebih percaya diri setelah menjadi bagian dari kelompok atau geng yang memiliki pengaruh di lingkungan pergaulannya.
“Kalau sudah ikut ke dalam kelompok pembully, dia akan masuk ke satu geng. Karena dia merasa hebat, merasa sudah membully orang,” ujar Siti Nuryani.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius dari orang tua, terutama ketika anak mulai sering keluar malam, berubah perilaku, atau menunjukkan kedekatan dengan kelompok yang berpotensi memberikan pengaruh negatif. Pengawasan keluarga menjadi penting agar keterlibatan anak dalam perilaku bullying dapat dicegah sejak awal.
Untuk mengurangi risiko tersebut, Komnas PA Cirebon juga melakukan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk bidang pendidikan tingkat SMP, guna memperkuat edukasi dan sosialisasi tentang bahaya bullying. Program tersebut tidak hanya ditujukan kepada siswa, tetapi juga kepada guru agar mampu mengenali tanda-tanda awal anak yang menjadi korban maupun pelaku perundungan.
“Insya Allah kami akan datang ke sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi dan preventifnya. Sebelum anak dibully, kita harus tahu dulu ciri-ciri anak yang terkena bully itu,” ucap Siti Nuryani.
Selain edukasi, Komnas PA membuka layanan pengaduan bagi masyarakat yang mengetahui atau menemukan indikasi bullying terhadap anak. Setiap laporan akan ditindaklanjuti melalui pendampingan dan asesmen untuk mengetahui akar permasalahan serta menentukan langkah penanganan yang paling tepat bagi korban maupun pelaku yang masih berusia anak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....