Tradisi Ngalaksa Lemahsugih, Bupati Majalengka Dorong Pelestarian Budaya

  • 22 Jun 2026 19:58 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Majalengka - Nuansa sakral dan penuh kebersamaan menyelimuti rangkaian tradisi adat Ngalaksa Buku Taun di Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Di tengah harmoni budaya yang terus dijaga lintas generasi, Bupati Majalengka, H. Eman Suherman, hadir langsung menyatu bersama masyarakat dalam perayaan yang sarat makna tersebut.

Kehadiran orang nomor satu di Majalengka ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan Milangkala ke-220 Desa Borogojol. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan adat di Desa Cipasung, tepatnya di kawasan Situ Cikencong, lokasi yang menjadi saksi hidup kearifan lokal yang tetap lestari hingga kini.

Bupati Eman Suherman menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kekompakan masyarakat dalam menjaga tradisi leluhur. Ia menegaskan bahwa Ngalaksa bukan sekadar seremoni budaya, melainkan refleksi nilai spiritual dan sosial yang mendalam.

"Tradisi Ngalaksa ini bukan hanya ungkapan rasa syukur atas hasil bumi, tetapi juga mencerminkan hubungan antarsesama manusia (habluminannas) serta hubungan dengan Sang Pencipta (habluminallah)," ujar Bupati, Senin, 22 Juni 2026.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya dan pembangunan daerah. Pemerintah Kabupaten Majalengka, kata dia, tetap berkomitmen mendorong percepatan pembangunan, khususnya infrastruktur jalan yang menjadi kebutuhan vital masyarakat.

"Tahun 2027, pembangunan infrastruktur jalan tetap menjadi prioritas utama demi menunjang mobilitas dan kenyamanan warga," katanya menegaskan.

Momentum budaya ini pun menjadi pengingat bahwa identitas daerah tidak hanya terletak pada kemajuan fisik, tetapi juga pada kekuatan tradisi yang diwariskan. Sinergi antara kearifan lokal dan pembangunan berkelanjutan diyakini menjadi kunci dalam mewujudkan visi "Majalengka Langkung SAE'

Di tengah arus modernisasi, masyarakat Lemahsugih, Majalengka dan sekitarnya menunjukkan bahwa tradisi bukan untuk ditinggalkan, melainkan dirawat sebagai fondasi masa depan. Pemerintah daerah pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan budaya sebagai bagian dari jati diri daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....