Ziarah Lima Makam Ulama, Gerakan Kita Sambut 1448 Hijriah

  • 22 Jun 2026 08:21 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Kuningan – Gerakan KITA menggelar Wisata Religi Bersama ke lima makam ulama dan tokoh penyebar Islam dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Kegiatan yang berlangsung pada 20–21 Juni 2026 itu diikuti sekitar 65 peserta dari berbagai kalangan masyarakat.

Rombongan berangkat menggunakan satu unit bus dari pelataran Masjid Syiarul Islam Kuningan usai menunaikan salat Isya. Sebelum memulai perjalanan ke luar daerah, peserta terlebih dahulu berziarah ke Makam Pangeran Arya Kamuning di kawasan Makam Gede Kuningan.

Selama dua hari perjalanan, para peserta menjajaki rute religi dengan mengunjungi lima lokasi ziarah di wilayah Jawa Barat hingga Jawa Tengah. Lokasi tersebut meliputi makam Pangeran Arya Kamuning di Kuningan, Sunan Gunung Jati di Cirebon, Al Habib bin Abdullah bin Thalib Al Aththos serta kawasan Sapuro di Pekalongan, dan ditutup di makam Syekh Maulana Samsuddin di Pemalang.

Koordinator kegiatan sekaligus pengurus Gerakan KITA, Ridho Fauji, mengatakan bahwa wisata religi tersebut sengaja digelar sebagai upaya untuk mempererat tali silaturahmi. Selain itu, momentum ini juga dimanfaatkan untuk meningkatkan nilai-nilai spiritual para peserta menjelang pergantian tahun Hijriah.

"Selain untuk memperkuat tali silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi bagian dari ikhtiar kami menyambut Tahun Baru 1448 Hijriah. Kami ingin mengajak masyarakat untuk mengawali tahun baru Islam dengan memperbanyak refleksi, memperkuat hubungan sosial, dan mendekatkan diri kepada Allah," ujar Ridho.

Menurutnya, wisata religi tidak boleh hanya dimaknai sebagai perjalanan ziarah biasa, melainkan juga sebagai sarana untuk mengenang kembali perjuangan para ulama dalam menyebarkan ajaran Islam. Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan dapat meneladani nilai-nilai pengabdian serta kepedulian sosial yang telah mereka wariskan.

Di sepanjang perjalanan, peserta juga memanfaatkan momentum kebersamaan untuk saling berbagi pengalaman dan memperkuat hubungan antarsesama. Suasana akrab yang terjalin selama perjalanan dinilai menjadi bagian penting dari tujuan kegiatan tersebut.

Ridho menjelaskan, Wisata Religi Bersama merupakan salah satu program rutin bidang keagamaan Gerakan KITA. Selain itu, komunitas tersebut juga secara berkala menggelar kegiatan Ngopi Perkara Iman (NGOPI) sebagai wadah diskusi keagamaan dan penguatan nilai kebersamaan.

"Kami berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi sarana untuk menimba ilmu agama sekaligus belajar tentang kehidupan sosial kemasyarakatan. Karena pada dasarnya, agama tidak hanya mengajarkan hubungan dengan Tuhan, tetapi juga bagaimana membangun hubungan yang baik dengan sesama manusia," katanya.

Ia menambahkan bahwa Gerakan KITA berkomitmen penuh untuk terus menghadirkan berbagai kegiatan positif ke depannya. Program-program tersebut nantinya dirancang agar dapat melibatkan lebih banyak elemen masyarakat serta merangkul komunitas lainnya.

"Kami ingin semakin banyak komunitas yang bisa bergabung dalam kegiatan-kegiatan positif seperti ini. Ketika silaturahmi semakin luas, maka kebaikan, ilmu, dan manfaat yang diperoleh juga akan semakin menyebar. Pada akhirnya, yang ingin kita bangun adalah persaudaraan yang kuat dan kebermanfaatan yang lebih besar bagi masyarakat," ujar Ridho menuturkan.

Melalui kegiatan tersebut, Gerakan KITA berharap semangat hijrah yang menjadi makna Tahun Baru Islam dapat benar-benar diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Langkah nyata ini dapat ditempuh melalui peningkatan kualitas ibadah, penguatan hubungan sosial, serta upaya meneladani perjuangan para ulama dalam menyebarkan nilai-nilai kebaikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....