Melon Premium Kasturi, Cuan Desa dari Greenhouse Modern

  • 22 Jun 2026 08:14 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Kuningan – Siapa sangka, dari sebuah greenhouse di Desa Kasturi, Kecamatan Kuningan, tumbuh peluang ekonomi baru lewat budidaya melon premium. Melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Mustika Jaya, desa ini berhasil mengembangkan melon berkualitas tinggi dengan teknologi pertanian modern.

Tak hanya sekadar menanam melon, Bumdes Mustika Jaya mengandalkan inovasi Sistem Macida, metode budidaya berbasis sirkulasi air menggunakan instalasi pipa paralon yang membuat nutrisi tanaman lebih terkontrol. Kepala Desa Kasturi, Edi Kosasih mengatakan, sistem tersebut menjadi salah satu kunci produktivitas melon yang dikembangkan pihaknya.

Kepala Desa Kasturi, Edi Kosasih, menunjukkan proses budidaya melon premium di area greenhouse Bumdes Mustika Jaya. Dengan penerapan Sistem Macida, tanaman melon dikembangkan melalui teknologi pertanian modern untuk menghasilkan buah berkualitas tinggi dengan nilai ekonomi yang menjanjikan. (Foto: Red)

“Kalau dibandingkan sistem tetes, hasilnya cukup berbeda. Dengan Macida, satu pohon bisa menghasilkan sekitar 15 sampai 20 buah melon dengan tingkat kemanisan yang tetap stabil,” ujar Edi saat melihat langsung area greenhouse, Minggu, 21 Juni 2026.

Menurutnya, meski biaya awal penerapan sistem Macida lebih tinggi, hasil produksi yang diperoleh menjadi nilai tambah karena jumlah buah yang dihasilkan lebih banyak. “Investasinya memang lebih besar, tapi hasil panennya sebanding. Ini yang membuat kami terus mengembangkan sistem ini,” katanya.

Di dalam greenhouse Bumdes Mustika Jaya, terdapat sejumlah varietas melon unggulan yang memiliki karakter berbeda. Mulai dari Sweet Hami dengan kulit hijau bermotif dan daging buah oranye yang juicy, Lavender dengan tampilan kuning cerah, hingga Sweet Net 9 yang memiliki tekstur renyah dan menjadi salah satu varietas favorit.

Budidaya melon ini membutuhkan waktu sekitar 75 hari hingga masa panen. Dalam satu tahun, pengelola mampu melakukan hingga empat kali siklus tanam.

Setelah panen, tanaman lama akan dibongkar dan dilakukan sterilisasi selama kurang lebih 12 hari sebelum kembali ditanami bibit baru. Saat ini, sekali panen produksi melon mampu mencapai sekitar 7,5 kuintal. Ke depan, Pemerintah Desa Kasturi menargetkan peningkatan produksi hingga 1 ton per panen dengan penambahan area greenhouse.

Dengan pengaturan jadwal tanam, panen ditargetkan bisa berlangsung secara rutin setiap 20 hari sekali. Kualitas melon Kasturi juga mulai mendapat perhatian luas. Melalui kerja sama dengan beberapa restoran, pemasaran melon premium ini semakin berkembang.

Untuk harga tingkat Bumdes, melon dijual sekitar Rp40 ribu per kilogram. Sementara di pasar retail dapat mencapai Rp60 ribu hingga Rp65 ribu per kilogram.

Edi menyebut, komoditas melon premium ini memang diarahkan untuk pasar komersial karena memiliki nilai ekonomi tinggi. “Ini bukan hanya soal bertani melon, tapi bagaimana desa mampu menciptakan usaha yang punya nilai tambah dan bisa menjadi sumber ekonomi baru,” kata Edi menutup perbincangan bersama RRI Cirebon.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....