DP3APPKB Kota Cirebon Ajak Remaja Berani Beda dan Tolak FOMO
- 20 Jun 2026 15:10 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Fenomena fear of missing out (FOMO) atau takut tertinggal tren masih menjadi tantangan di kalangan remaja. Kondisi ini membuat sebagian anak muda kerap mengukur nilai diri dari gaya hidup, barang, maupun tren yang sedang populer di lingkungan pergaulannya.
Kepala DP3APPKB Kota Cirebon, Drs. Buntoro Tirto, AP., M.H., mengatakan budaya ikut-ikutan bukanlah hal baru di kalangan remaja. Namun, menurutnya, anggapan bahwa seseorang dianggap keren karena mengikuti tren perlu diubah.
“Budaya mengikuti tren ataupun FOMO, kalau enggak ikut kayaknya enggak keren. Padahal, nilai keren itu adalah berani berkata ‘tidak’ manakala itu tidak baik,” kata Buntoro dalam Program Dialog Cirebon Menyapa edisi Jumat, 19 Juni 2026.
Buntoro menjelaskan setiap remaja memiliki potensi, karakter, dan keunikan yang berbeda. Karena itu, generasi muda perlu berani menemukan serta mempertahankan jati dirinya tanpa harus mengikuti orang lain.
Ia menilai keberanian untuk berbeda merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter. Remaja juga harus mampu memegang prinsip yang benar meskipun mendapat tekanan dari lingkungan pergaulan.
“Setiap orang punya prinsip, makanya kita harus mempertahankan prinsip yang benar. Kita harus menyuarakan penolakan terhadap hal-hal yang tidak benar itu sendiri di komunitas mereka dan remaja,” ujarnya.
Menurutnya, sikap tegas sangat diperlukan ketika menghadapi tindakan yang merugikan, seperti perundungan, kekerasan terhadap perempuan, pelecehan seksual, maupun eksploitasi anak. Remaja tidak boleh diam atau ikut terlibat dalam perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai positif.
Buntoro juga mengingatkan pentingnya peran teman sebaya dalam menciptakan lingkungan yang sehat. Ia berharap para remaja dapat saling menghormati, menjaga satu sama lain, serta mengarahkan aktivitas pergaulan ke hal-hal yang bermanfaat dan positif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....