Karang Taruna Soroti Krisis Eksistensi Remaja Kota Cirebon di Tongkrongan
- 20 Jun 2026 08:15 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Remaja di Kota Cirebon dinilai lebih memilih dianggap asyik oleh lingkungan pergaulannya dibanding mempertahankan prinsip pribadi karena adanya dorongan untuk diterima dan diakui dalam kelompok pertemanan. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan yang dihadapi generasi muda di tengah kuatnya pengaruh lingkungan sosial dan kebutuhan akan eksistensi.
Fenomena tersebut disampaikan Ketua Karang Taruna Kota Cirebon, Rian Hadi Saputra, saat diwawancarai RRI, Jumat, 19 Juni 2026. Menurutnya, banyak anak muda yang khawatir dijauhi teman apabila tidak mengikuti pola pergaulan yang dianggap menarik oleh kelompoknya.
Rian mengatakan kebutuhan untuk diterima di lingkungan sosial menjadi faktor yang cukup dominan dalam membentuk perilaku remaja saat ini. Ia menilai keinginan memperoleh pengakuan sering kali membuat sebagian anak muda mengesampingkan prinsip yang sebenarnya mereka yakini.
“Anak-anak muda jaman sekarang itu kebanyakannya kalau enggak dianggap asyik dijauhin sama teman-temannya. Jadi takut dijauhin teman-temannya, kebanyakan memang pengennya dianggap asyik dan dianggap ada, karena namanya anak muda itu mencari eksistensi,” ujar Rian kepada RRI.
Meski demikian, Rian menilai perubahan perilaku remaja tetap dapat dilakukan melalui pendekatan komunikasi yang lebih intensif dan terbuka. Menurutnya, proses tersebut membutuhkan kedekatan sehingga remaja tidak merasa dihakimi ketika menyampaikan persoalan yang sedang mereka hadapi.
Ia menjelaskan bahwa remaja yang mulai terbuka dalam berkomunikasi biasanya lebih mudah menerima masukan dan arahan dari lingkungan sekitarnya. Karena itu, komunikasi yang dibangun secara konsisten menjadi salah satu langkah penting untuk membantu mereka berkembang ke arah yang lebih positif.
“Biasanya sih dengan cara pendekatannya yang lebih, cara ngobrol yang lebih, itu biasanya makin terbuka. Intinya sih komunikasi ya, lebih sering ngobrol, lebih sering terbuka,” kata Rian.
Rian berharap generasi muda Kota Cirebon lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat dan tidak merasa minder terhadap kemampuan yang dimiliki. Ia juga mengajak anak muda untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar karena masih banyak ruang yang membutuhkan kontribusi energi dan kreativitas generasi muda.
“Lebih terbuka aja menyampaikan pendapat itu kan diperbolehkan. Jadi jangan merasa minder aja, masih banyak kok yang membutuhkan energi teman-teman muda,” ucap Rian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....