Warga Majalengka Keluhkan Pemadaman Listrik tanpa Pemberitahuan

  • 19 Jun 2026 18:07 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Majalengka - Gelombang keluhan datang dari warga Kabupaten Majalengka menyusul maraknya pemadaman listrik yang terjadi tanpa pemberitahuan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga, tetapi juga berdampak langsung terhadap keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Di tengah ketergantungan tinggi terhadap energi listrik, ketidakpastian jadwal pemadaman dinilai menjadi persoalan serius. Warga mengaku kerap mengalami pemadaman mendadak tanpa adanya informasi awal dari pihak penyedia layanan listrik.

Edwar, pelaku usaha laundry asal Desa Leuwikidang, mengungkapkan bahwa operasional usahanya sangat bergantung pada pasokan listrik yang stabil. Ia menilai minimnya komunikasi dari pihak PLN menjadi penyebab utama kerugian yang dialami.“Seharusnya ada pemberitahuan terlebih dahulu jika akan dilakukan pemadaman. Apalagi sekarang sudah era media sosial, fasilitas ada tapi tidak dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi ke masyarakat,” ujarnya pada Jumat 19 Juni 2026

Menurutnya, transparansi informasi menjadi kunci agar pelaku usaha dapat melakukan antisipasi, termasuk mengatur jadwal kerja dan menjaga kepercayaan pelanggan.

Keluhan serupa disampaikan Dodi, warga Kecamatan Jatiwangi yang menggantungkan penghasilan dari usaha fotokopi. Ia mengaku mengalami kerugian materiil akibat aktivitas produksi yang terhenti saat listrik padam.

Ia bahkan membandingkan sistem komunikasi saat ini dengan masa lalu yang dinilai lebih efektif dalam menjangkau masyarakat.

“Dulu biasanya ada pengumuman lewat pengeras suara di masjid kalau akan ada pemadaman. Sekarang justru sering tiba-tiba padam tanpa kejelasan,” katanya.

Masyarakat Majalengka, khususnya pelaku UMKM, berharap adanya perbaikan sistem komunikasi dan pelayanan dari pihak PLN. Beberapa tuntutan yang disuarakan antara lain optimalisasi penggunaan media sosial resmi untuk menyampaikan jadwal pemeliharaan secara berkala, serta menghidupkan kembali sistem pengumuman melalui fasilitas umum seperti masjid dan musala.

Selain itu, warga juga meminta adanya pembaruan informasi secara cepat apabila terjadi gangguan darurat, termasuk estimasi waktu pemulihan listrik.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menantikan respons resmi dari pihak PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) setempat terkait seringnya gangguan pasokan listrik di wilayah Kabupaten Majalengka.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....